Breaking News:

Update Virus Corona Dunia

Adanya Covid-19 Karena Jaringan 5G? Sejumlah Orang Tak Dikenal Nekat Bakar Menara Telekomunikasi

Diduga kuat, aksi tersebut terjadi karena adanya teori konspirasi yang sempat beredar mengaitkan penyebaran virus corona (covid-19) dengan jaringan 5G

Editor:
freepik
ilustrasi jaringan 5G. Muncul teori konspirasi yang mengaitkan penyebaran covid-19 berkaitan dengan jaringan 5G sehingga sejumlah tower 5G di Inggris dirusak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Belum lama ini sejumlah orang yang tidak dikenal nekat membakar menara telekomunikasi (BTS) jaringan internet 5G di beberapa lokasi di Inggris

Diduga kuat, aksi tersebut terjadi karena adanya teori konspirasi yang sempat beredar mengaitkan penyebaran virus corona (covid-19) dengan jaringan 5G.

Diketahui teori yang beredar di media sosial tersebut mengklaim bahwa wabah virus corona (Covid-19) dimulai di Wuhan karena kota China itu baru saja meluncurkan jaringan 5G.

ilustrasi Virus Corona masuk Indonesia
ilustrasi Virus Corona masuk Indonesia ((Kompas.com))

Bahkan telah menyebar ke kota-kota lain yang juga menggunakan teknologi 5G.

Otoritas Inggris pun membantah kabar tersebut dan mengatakan bahwa teori konspirasi yang menghubungkan tower telekomunikasi seluler 5G dengan penyebaran covid-19 adalah berita palsu yang berbahaya dan sangat tidak berdasar.

"Itu (teori konsipirasi tersebut) omong kosong, omong kosong yang berbahaya juga,” kata Menteri Perwira Kabinet Inggris Michael Gove seperti dikutip dari South China Morning Post (SCMP).

Akibatnya, konektivitas jaringan 5G terganggu.

Dilansir oleh SCMP, Sebuah serangan pembakaran di sebuah menara di Birmingham yang dimiliki oleh BT, perusahaan telekomunikasi terbesar di Inggris, menyebabkan kerusakan signifikan.

Setidaknya, suda ada tiga BTS jaringan 5G yang dibakar, yakni di Birmingham, Livepool, dan Merseyside.

“Ini menyediakan layanan 2G, 3G dan 4G untuk ribuan orang, tetapi tidak memiliki kemampuan 5G, kata perusahaan.

Direktur Medis Nasional NHS Inggris Steve Powis, mengutuk teori itu sebagai jenis berita palsu atau hoaks terburuk.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved