Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Ilmuwan Temukan Penurunan Denyut Seismik Bumi Selama Lockdown Virus Corona, Ini Penjelasannya

Peneliti dari Royal Observatory, Belgia melaporkan penurunan denyut seismik bumi, yaitu dengung getaran di kerak bumi.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
malay mail
Lalu lintas di jalan raya Kuala Lumpur Malaysia tampak lengang pasca-diberlakukannya sistem penguncian ( lockdown) secara nasional akibat corona. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ilmuwan menemukan cara gerak bumi berubah saat penerapan lockdown gara-gara virus corona.

Banyak negara mengkarantina rakyat untuk tetap di rumah dan tidak lakukan aktivitas bekerja atau sekolah seperti biasa.

Banyak toko tutup, industri kecil gulung tikar dan sebagian besar warga yang masih bekerja bekerja dari rumah.

Namun pandemi sakit pernapasan ini tidak hanya ciptakan hal itu saja.

Karena bumi seperti beristirahat, polusi udara menurun drastis, mengurangi emisi gas rumah kaca.

Hal ini karena tidak ada pesawat yang terbang, tidak ada kapal yang berlayar dan tidak ada kendaraan pribadi yang berlalu lalang di jalan.

Jalanan sepi dan polusi udara menurun.

Anda semua pun merasakan dampak ini tidak langsung, tangan Anda lebih bersih karena senantiasa cuci tangan.

Namun dampak dan pengaruh pandemi Covid-19 tidak berhenti di situ saja.

Sampai saat ini, ada penelitian yang baru dirilis tunjukkan jika wabah ini telah mengubah cara bumi bergerak.

Peneliti dari Royal Observatory, Belgia melaporkan penurunan denyut seismik bumi, yaitu dengung getaran di kerak bumi.

Tim percaya bahwa ini bisa menjadi akibat dari lockdown di kota-kota besar, yang menyebabkan jaringan transportasi dan aktivitas manusia ditutup.

Dalam studi tersebut, para peneliti menggunakan seismometer untuk menganalisis pergerakan Bumi.

Analisis mereka menunjukkan jika denyut seismik di Brussels, Belgia, telah turun menjadi sepertiga nilai denyut seismik yang biasa sejak lockdown akibat virus Corona telah dilakukan.

Thomas Lecocq, pimpinan penelitian tersebut menyebut dalam twitternya: "Rata-rata denyut seismik saat ini 33% lebih rendah daripada sebelum pengukuran #StayHomeBelgium dilakukan."

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved