Breaking News
Kamis, 21 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Indonesia

Cerita dari Garda Terdepan Cegah Covid-19, Dukungan Sesama Perawat hingga Kiriman Makanan

uasana gembira selalu terlukis jelas di antara tim medis, baik dokter dan perawat yang menangani pasien Covid-19.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT via SerambiNews
Ilustrasi - Tim medis dilengkapi pakaian pelindung memindahkan seorang pasien diduga terinfeksi virus corona (tengah) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam, di daerah Cheongdo, Korea Selatan, Jumat (21/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bayi 4 bulan yang dinyatakan positif Covid-19 terus menunjukkan tanda membaik setelah masa perawatan mendekati penghujung pekan ketiga.  

Bayi tersebut di rawat di RSUD Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Direktur RSUD Wates Lies Indriyati selalu memantau laporan kondisi setiap pasien.

Tak peduli siang atau malam, para perawat selalu memberikan laporan kepadanya.

Lies mengatakan, suasana gembira selalu terlukis jelas di antara tim medis, baik dokter dan perawat yang menangani pasien Covid-19.

“Saya setiap saat telepon, apalagi kalau malam seperti ini. Terdengar ceria di telepon. Kelihatan tidak dibuat-buat. Alhamdullilah mereka ceria,” kata Lies saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Dukungan dari sesama perawat

Kegembiraan itu tidak cuma karena kondisi pasien yang terus membaik.

Menurut Lies, kegembiraan itu terbangun oleh banyaknya dukungan, terutama dari teman sejawat.

Perhatian dari sesama perawat begitu besar.

Lies mengungkapkan, mereka yang tidak bertugas di ruang isolasi memberi dukungan lewat kemampuan masing-masing.

Dengan begitu, para perawat atau tim medis jadi tidak merasa sendiri. 

“Mereka merasa tidak sendiri berjuang. Dukungan itu dari telepon dan bawa apapun. Kiriman makanan itu sangat berlimpah,” kata Lies.

Menurut Lies, sebenarnya semua tim medis merasa khawatir dan takut terhadap virus corona

Namun, mereka sadar bahwa tidak ada lagi yang akan menangani pasien selain tim medis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved