Update Virus Corona Indonesia
BMKG Sebut Iklim Tropis di Indonesia Bantu Hambat Penyebaran Virus Corona
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan analisis tentang pengaruh cuaca dan iklim dalam penyebaran penyakit Covid-19 diIndonesia
TRIBUNMANADO.CO.ID - BMKG melakukan analisis terkait dampak cuaca terhadap pengaruh berkembangnya Virus Corona.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan analisis tentang pengaruh cuaca dan iklim dalam penyebaran penyakit Covid-19 di Indonesia.
Analisis dilakukan bersama 11 Doktor di Bidang Meteorologi, Klimatologi dan Matematika, didukung Guru Besar dan Doktor di Bidang Mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM).
• 226 Jemaat GBI Positif Corona, Ridwan Kamil Sebut Pendeta dan Istri Meninggal Dunia
Kajian dilakukan dengan analisis statistik, pemodelan matematis dan studi literatur.
Kepala BMKG Dwikorita mengatakan, hasil kajian menunjukkan adanya indikasi pengaruh cuaca dan iklim dalam mendukung penyebaran wabah Covid-19, sebagaimana disampaikan dalam penelitian Araujo dan Naimi (2020), Chen et. al. (2020), Luo et. al. (2020), Poirier et. al (2020), Sajadi et.al (2020), Tyrrell et. al (2020), dan Wang et. al. (2020).
"Hasil analisis Sajadi et. al. (2020) serta Araujo dan Naimi (2020) juga menunjukkan sebaran kasus Covid-19 pada saat outbreak gelombang pertama, berada pada zona iklim yang sama, yaitu pada posisi lintang tinggi wilayah subtropis dan temparate," kata Dwikorita kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2020).
• Resep Kulit Ayam Goreng Tepung, Sajian Enak dengan Kenikmatan yang Lebih Dari Sepotong Kulit
Kondisi ideal virus corona
Dari hasil penelitian tersebut, lanjut dia, dapat disimpulkan sementara bahwa negara-negara dengan lintang tinggi cenderung mempunyai kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tropis.
Dwikorita menambahkan, penelitian Chen et. al. (2020) dan Sajadi et. al. (2020) menyatakan bahwa kondisi udara ideal untuk virus corona adalah temperatur sekitar 8-10 derajat celcius dan kelembaban berkisar 60-90 persen.
"Artinya dalam lingkungan terbuka yang memiliki suhu dan kelembaban yang tinggi merupakan kondisi lingkungan yang kurang ideal untuk penyebaran kasus Covid-19," ujar dia.
Para peneliti tersebut menyimpulkan, kombinasi dari temperatur, kelembaban relatif cukup memiliki pengaruh dalam penyebaran transmisi Covid-19.
Menurut Dwikorita, penelitian oleh Bannister-Tyrrell et. al. (2020) juga menemukan adanya korelasi negatif antara temperatur (di atas 1 derajat celcius) dengan jumlah dugaan kasus Covid-19 per hari.
Hal ini berarti, semakin tinggi temperatur maka kemungkinan adanya kasus Covid-19 harian akan semakin rendah.
• Dunia Darurat Virus Corona, Ternyata Ada 18 Negara yang Masih Terbebas dari Covid-19
Iklim tropis bantu hambat penyebaran virus
Lebih lanjut, Wang et. al. (2020) menjelaskan bahwa serupa dengan virus influenza, virus corona baru ini cenderung lebih stabil dalam lingkungan suhu udara dingin dan kering.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/covid-19-virus-corona-34344.jpg)