Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

300 Calon Perwira Polisi Diisolasi di Asrama

Sebanyak 300 siswa calon perwira di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdikpol Polri di Kota Sukabumi, Jawa Barat

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Kompas.com
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 300 siswa calon perwira di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdikpol Polri di Kota Sukabumi, Jawa Barat, terindikasi positif terjangkit virus corona (Covid-19) dan diisolasi di asrama. Hal itu diketahui usai dilakukan pemeriksaan cepat (rapid test) antibodi terhadap 1.550 siswa di sekolah itu.

Presiden Ingatkan Pemda Tak Ada Lockdown

Hal ini diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/4). Argo mengatakan temuan ini berawal dari adanya tujuh siswa yang mengalami demam tinggi.

Dua siswa lainnya mengalami gejala yang sama. Selanjutnya, sembilan siswa tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan seperti rontgen paru-paru. Sementara, mereka didiagnosa terjangkit demam berdarah.

Atas kejadian itu, pihak Setukpa Lemdikpol Polri berinisiatif melakukan rapid test terhadap seluruh siswa yang berjumlah 1550 orang. Hasilnya, sebanyak 300 siswa terindikasi positif virus corona. Argo menegaskan, 300 siswa itu berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP). "Sisanya 300 siswa yang rapid testnya‎ positif. Kami perlakukan layaknya Orang Dalam Pengawasan," ungkap Argo.

Menurut Argo, kini 300 siswa yang positif corona itu diisolasi di asrama Setukpa Lemdikpol Polri selama 14 hari, Mereka berada di bawah pengawasan Dokkes Polri. "‎Untuk 300 siswa tersebut selama isolasi diberi vitamin C, baik tablet maupun disuntik.

Mereka sudah kami lakukan rontgen, dan hasilnya normal. Makanan juga diperhatikan benar-benar yang bergizi, termasuk diberi trauma healing untuk memotivasi selalu semangat,"  ungkap Argo.

Usai proses isolasi 14 hari itu, Polri akan melakukan pemeriksaan real time polymerase chain reaction (RT PCR), dengan pengambilan swab atau usapan lendir hidung dan tenggorokan untuk memastikan ada atau tidaknya virus corona di tubuh mereka.

Pasien Positif Punya KTP Tomohon: Ini Alasan Pengamat Sebut Sulut Sukses Tekan Corona

Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Musyafak menjelaskan, hasil rapid test tidak dapat dijadikan tolak ukur seseorang terjangkit virus corona.

Sebab, pemeriksaan tersebut hanya mengetahui tingkat antibodi seseorang dan tingkat akurasi virus corona sebesar 80 persen. Namun, 300 siswa Setukpa itu dikenakan status ODP dan harus diisolasi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Ia mengungkapkan, kini kondisi kesehatan 300 siswa itu tampak sehat. Bahkan, sama sekali tak menunjukkan gejala-gejala terjangkit virus corona. "Kondisi sehat sekali," ucap dia.

Kegiatan Sekolah Dihentikan

Polri memulangkan lebih 1200 seluruh siswa Setukpa Polri ke polda asal setelah kejadian itu. Mereka yang dipulangkan adalah yang hasil rapid test menujukkan negatif virus corona.

Sementara, 300 siswa yang positif corona dari hasil rapid test menjalani isolasi di dalam asrama Setukpa Polri yang berada di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi. "Memang benar dua hari lalu dilakukan tes cepat di Setukpa Polri Sukabumi karena ada siswa yang dirawat di RS Polri, Kramat Jati. Lalu, hasilnya 300 positif. Jadi, proses belajar dihentikan,” kata Musyafak.

Ia meminta masyarakat yang tinggal di sekitar area komplek Setukpa Polri Sukabumi untuk tidak khawatir atas temuan ini. Sebab, 300 siswa yang positif corona dari hasil rapid test dilakukan isolasi di dalam asrama komplek Setukpa Polri. "Luas Setukpa ini 40 hektare, dijamin masyarakat sekitar tidak terpapar karena mereka diisolasi di dalam asrama," kata dia.

Musyafak melanjutkan selama diisolasi, ratusan siswa ini bakal menjalani diberi vitamin, olahraga ringan hingga berjemur sebagaimana orang yang menjalani isolasi. "Pokoknya masyarakat disini jangan khawatir. Apalagu bukti rontgen mereka normal tidak mengarah ke pneumonia. Semua dalam batas normal," ‎tambah jenderal bintang satu itu.

Khawatir Meledak

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan saat ini jumlah warga Jawa Barat yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona masih berjumlah 198 orang. Namun, ia mengkhawatirkan angkat tersebut melonjak tajam setelah keluar hasil pemeriksaan swab dari proses RT PCR terhadap sejumlah warga yang positif corona dari hasil rapid test sebelumnya.

"Kita masih menunggu hasil PCR, mungkin dalam tiga hari bakal ada lonjakan yang besar. Kita menunggu dan berdoa mudah-mudahan hasil swab-nya negatif," ujar Ridwan Kamil.

Pihak Pemprov Jawa Barat melakukan 22 ribu rapid test terhadap warga di 27 kota dan kabupaten di Jabar dalam menghadapi pandemi virus corona pada pecan lalu. Emil,-sapaan Ridwan Kamil, sempat menyampaikan dari hasil rapid test tersebut, terdeteksi sebanyak 300 orang terindikasi positif Covid-19. Sebagian besar berasal dari wilayah di Sukabumi tersebut. Ia menyebut hal itu sebagai klaster baru di Sukabumi.

Belum Bisa Bertemu, Rossa Kangen Mama dan Papa di Sumedang

Sebelumnya pemerintah telah mengidentifikasi empat klaster Covid-19 di Jabar, di antaranya dua seminar keagamaan di Bogor, klaster Musda Hipmi di Karawang dan klaster GBI di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (tribun network/fel/dtk/coz)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved