Breaking News:

Penyemprotan Cairan Disinfektan, Tidak Boleh Sembarangan, Konsep Bilik Hingga Bahayanya

Belakangan ini penggunaan cairan disinfektan marak lantaran disebut dapat membunuh virus corona

Istimewa
Penyempotan Disinfektan di Manado 

Contohnya sangat tidak disarankan bilamana cairan disinfektan dibuat dengan mencampurkan bahan pemutih pakaian dengan pembersih lantai atau alkohol atau H2O2.

"Hal tersebut bukannya akan lebih mengaktifkan daya disinfektan malah senyawa kimianya akan berubah menjadi bentuk lain dan tentunya akan sangat membahayakan bagi tubuh yang terpapar campuran cairan disinfektan tersebut," katanya kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2020).

Anjuran WHO adalah gunakan bahan aktif pemutih pakaian dengan konsentrasi 0,05% atau 1 bagian pemutih untuk 100 bagian air dan tidak dicampur oleh bahan lainnya.

Jadi dia menyarankan untuk menggunakan cairan disinfektan yang aman dan pembuatannya sesuai takaran.

Selain itu tidak ada pencampuran bahan disinfektan lain.

Penggunaan bilik

Terkait dengan penggunaan bilik disinfektan, Joddy menambahkan aman tidaknya penggunaan bilik disinfektan tergantung pada 3 hal:

  • konsep bilik disinfektan yang digunakan
  • lama waktu penyemprotan, dan
  • bahan pembuat cairan disinfektan

"Kalau kita bicara tentang bilik disinfektan, maka ada dua hal yang perlu diedukasi kepada masyarakat. Pertama adalah desain bilik disinfektannya itu sendiri dan cairan disinfektannya yang digunakan," kata dia.

Fungsi untuk sterilisasi

Joddy melanjutkan, fungsi dari bilik disinfektan adalah untuk sterilisasi.

Halaman
1234
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved