Update Virus Corona Sulut
Paroki Santo Yoseph Manado Beri Bantuan 170 KK Umat Pekerja Informal Terdampak Covid-19
Satu di antara Paroki yang mulai membuatnya ialah Paroki Santo Yoseph Pelindung Pekerja Manado.
Penulis: | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -- Gereja Katolik bukan hanya bergerak bersama melawan penyakit Covid-19, tapi dampak situasi pandemi Covid-19 bagi keluarga kecil, lemah, miskin dan difabel.
Termasuk di dalamnya pekerja sektor informal.
Hal yang sama dibuat di Keuskupan Manado.
Sejumlah hal sudah dan akan terus dibuat seperti Misa On Line, doa keluarga dengan panduan dan panduan liturgis pekan suci.
Kini Gereja sudah bergerak membantu mereka yang terkena dampak ekonomi.
Satu di antara Paroki yang mulai membuatnya ialah Paroki Santo Yoseph Pelindung Pekerja Manado.
Mereka sudah memberikan bantuan pangan non tunai bagi 170 Kepala Keluarga (KK) di paroki mereka.
Pastor Paroki Santo Yoseph Pelindung Pekerja Manado, Pastor Paroki mengatakan, tujuan kegiatan ialah membantu keluarga-keluarga umat Katolik pekerja sektor informal.
Keluarga-keluarga itu terdampak situasi Pandemi Covid-19.
Kegiatan dibuat pagi sampai siang, Selasa (31/3/2020).
Bantuan dalam bentuk bantuan pangan non tunai yaitu 10 kg beras, 30 butir telur dan 2 liter minyak goreng.
Kegiatan digagas oleh DPP Paroki dan disalurkan lewat masing-masing wilayah rohani.
Ada 170 KK mendapat bantuan.
Sementara itu, sebelumnya diberitakan Karitas Indonesia dan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mau mendukung keuskupan-keuskupan yang hendak melakukan respons terhadap persoalan akibat pandemic virus Covid 19 dan kegiatan antisipasi penyebaran Covid 19.
Oleh karena itu Caritas PSE Keuskupan Manado minta info/proposal pastor-pastor paroki tentang kebutuhan mendesak dari umat yang tergolong KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Terpinggirkan dan Difable).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/proses-penyaluran.jpg)