Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Indonesia

Ogah Mati, PB IDI Minta Tenaga Medis Tanpa APD Tak Perlu Tangani Pasien Covid-19

Demi melindungi dan menjaga keselamatan para tenaga medis, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengeluarkan imbauan.

Tayang:
Editor: Alexander Pattyranie
str/AFP via getty image via Tribunnews.com
Perawat saling berpelukan dan saling menguatkan di bangsal isolasi di sebuah rumah sakit di Zouping di Provinsi Shandong, Tiongkok. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Demi melindungi dan menjaga keselamatan para tenaga medis, Pengurus Besar Ikatan

Dokter Indonesia (IDI) mengeluarkan imbauan.

Mereka meminta kepada dokter dan perawat yang tanpa dilengkapi alat pelindung diri (APD), tidak menangani

pasien virus corona/Covid-19.

“Kalau petugas kesehatan nekat merawat pasien Covid-19 tanpa pakai APD, maka langsung tertular

dan jadi sakit,” kata Ketua Umum IDI Daeng M Faqih saat dihubungi Wartakotalive.com, Sabtu (28/3/2020).

Daeng mengatakan, bila petugas kesehatan tersebut sakit, mereka justru tidak bisa menangani pasien lain.

Bahkan mereka juga dapat menjadi beban perawatan bagi rekan sejawatnya yang juga menangani pasien lain.

“Kalau petugas kesehatan banyak yang tumbang, nanti siapa lagi yang akan merawat pasien yang semakin banyak,” ujar Daeng.

Karena itulah, Daeng mengimbau kepada para tenaga kesehatan untuk bijaksana menyikapi kondisi. Apabila dilengkapi APD, mereka diwajibkan menangani pasien.

Namun sebaliknya, bila tanpa dilengkapi APD mereka tidak diperkenankan merawat pasien Covid-19.

“Sebagai tenaga kesehatan, mereka juga memiliki risiko untuk tertular Covid-19,” tandasnya.

Ogah mati konyol 

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PP PPNI) Harif Fadhillah mengatakan, tidak sedikit perawat di fasilitas kesehatan mengeluh tentang minimnya ketersediaan alat pelindung diri ( APD) dalam menghadapi wabah Covid-19.

Keluhan ini, lanjut Harif, tetap datang dari para perawat meskipun pemerintah telah menyediakan sekaligus mendistribusikan APD ke seluruh provinsi di Indonesia.

"Faktanya di rumah sakit swasta, klinik, puskesmas, mereka juga melayani, mereka juga membutuhkan (APD)," kata Harif setelah menerima bantuan APD dari DPP ( PKS), sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (26/3/2020).

Namun, komitmen para perawat tersebut harus diimbangi pula dengan komitmen pemerintah di dalam menyediakan APD.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved