Feature

Curahan Hati Supir Bus di Manado, Sulit dapat Penumpang Imbas Wabah Virus Corona

Rahman yang bekerja sebagai sopir bus di terminal Pall 2 Manado mengakui sulitnya mencari penumpang saat ini pasca adanya kasus virus corona

TRIBUNMANADO/Fistel Mukuan
Curahan Hati Supir Bus di Manado, Sulit dapat Penumpang Imbas Wabah Virus Corona 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wabah virus corona yang melanda Indonesia sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat.

Salah satu yang merasakan hal tersebut adalah Rahman Ishak (43).

Rahman yang bekerja sebagai sopir bus di terminal Pall 2 Manado mengakui sulitnya mencari penumpang saat ini pasca adanya kasus virus corona.

"Sangat berdampak karena penumpang hanya satu-satunya penumpang yang datang," katanya saat ditemui Tribun Manado.

Ia mengakui sumber pendapatan untuk membiayai keluarga hanya didapat lewat pekerjaan sopir bus yang diupah setiap mobil jalan.

"Biasanya seminggu karena banyak bus, tiga sampai empat kali jalan Manado ke bitung. Contoh sekarang jalan besok tidak, paling lama sehari tidak jalan. Tapi sekarang tiga hari berturut-turut tidak jalan karena penumpang sedikit sekali," tambahnya.

Sampai sejauh ini himbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah belum bisa ditaatinya.

"Lalu mau makan apa tanpa gaji kalau tidak kerja," ujarnya.

Rahman bahkan menyebut pekerjaannya ini berbeda dengan pegawai negeri sipil (PNS) dan orang kerja kantoran yang punya gaji bulanan.

"Dengan adanya virus ini sangat berdampak, jadi sudah bicara sama bos untuk uang pencarian dipinjam dulu nanti diganti kalau sudah ramai untuk penumpangnya bisa dipotong lagi," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Fistel Mukuan
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved