Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona di Indonesia

Bagian Tubuh yang Paling Rawan Jadi Media Penularan Covid-19

Untuk mencegah penularan Covid-19, cara yang sebaiknya dilakukan adalah dengan mengetahuinya, lalu kemudian menghindarinya.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Sebagai upaya melawan penyebaran virus corona, pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing. Terkait dengan hal itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona, Doni Monardo memberikan penjelasannya, Kamis (26/3/2020). 

Doni menegaskan, bahwa virus corona adalah penyakit paling berbahaya di dunia.

"Jangan anggap enteng lagi virus corona ini, bahwa virus ini adalah salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia."

"Terutama kepada masyarakat yang usia lanjut dan juga mereka yang punya penyakit penyerta, penyakit bawaan."

"Antara lain asma, hepatitis, ginjal, diabetes dan darah tinggi," ungkap Doni.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri)

Tumbuhan Indonesia yang Berpotensi Dikembangkan Untuk Penanggulangan Covid-19

Salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona yang mengakibatkan penyakit bernama Covid-19 ialah dengan menggalakkan program jaga jarak atau social distancing dan cuci tangan dengan sabun.

Hal ini dilakukan karena belum adanya terapi atau vaksin yang disetujui untuk semua tipe coronavirus, maka 

Cara yang ditempuh para ilmuwan saat ini adalah dengan mengelompokkan virus berdasarkan urutan materi genetiknya (DNA atau RNA) baik dengan eksperimen maupun dengan bantuan komputer.

Melansir laman resmi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), dua akademisi UGM yakni Dr. rer nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si dan apt. Puguh Indrasetiawan, M.Sc, PhD mencoba meneliti virus tersebut.

Dalam tulisannya itu disebutkan dengan bantuan komputer, maka diketahui bahwa SARS-CoV-2 (penyebab Covid-19) merupakan kerabat dekat dari SARS-CoV (penyebab SARS). Oleh karena itu, para ilmuwan pun berasumsi bahwa mungkin saja siklus hidupnya mirip.

Belakangan diketahui bahwa SARS-CoV-2 menginfeksi manusia dengan cara mirip sekali dengan kerabatnya (SARS-CoV), yaitu berinteraksi dengan reseptor bernama ACE2.

ACE2 terdapat dalam jumlah banyak pada sel-sel alveolus tipe II di paru-paru, sel epitel di esofagus bagian atas, enterosit pada ileum (bagian terakhir usus halus) dan kolon (usus besar), sel epitel pada empedu, sel otot jantung, sel proximal tubule pada ginjal dan sel urotelial pada kandung kemih.

Laporan lain mengelompokkan tingkat kerentanan organ tubuh manusia berdasarkan jumlah ACE2 yang terdapat di organ tersebut. Paru-paru berada diurutan teratas kemungkinan risiko tertinggi terhadap SARS-CoV-2.

Organ dan bagian tubuh seperti rongga mulut, jantung, saluran pencernaan (usus halus dan usus besar) dan ginjal termasuk dalam kategori risiko tinggi terhadap infeksi SARS-CoV-2, temuan yang dapat menjelaskan adanya gejala non-pernafasan pada Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved