Virus Corona di Indonesia
Bagian Tubuh yang Paling Rawan Jadi Media Penularan Covid-19
Untuk mencegah penularan Covid-19, cara yang sebaiknya dilakukan adalah dengan mengetahuinya, lalu kemudian menghindarinya.
Doni menegaskan, bahwa virus corona adalah penyakit paling berbahaya di dunia.
"Jangan anggap enteng lagi virus corona ini, bahwa virus ini adalah salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia."
"Terutama kepada masyarakat yang usia lanjut dan juga mereka yang punya penyakit penyerta, penyakit bawaan."
"Antara lain asma, hepatitis, ginjal, diabetes dan darah tinggi," ungkap Doni.
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri)
Tumbuhan Indonesia yang Berpotensi Dikembangkan Untuk Penanggulangan Covid-19
Salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona yang mengakibatkan penyakit bernama Covid-19 ialah dengan menggalakkan program jaga jarak atau social distancing dan cuci tangan dengan sabun.
Hal ini dilakukan karena belum adanya terapi atau vaksin yang disetujui untuk semua tipe coronavirus, maka
Cara yang ditempuh para ilmuwan saat ini adalah dengan mengelompokkan virus berdasarkan urutan materi genetiknya (DNA atau RNA) baik dengan eksperimen maupun dengan bantuan komputer.
Melansir laman resmi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), dua akademisi UGM yakni Dr. rer nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si dan apt. Puguh Indrasetiawan, M.Sc, PhD mencoba meneliti virus tersebut.
Dalam tulisannya itu disebutkan dengan bantuan komputer, maka diketahui bahwa SARS-CoV-2 (penyebab Covid-19) merupakan kerabat dekat dari SARS-CoV (penyebab SARS). Oleh karena itu, para ilmuwan pun berasumsi bahwa mungkin saja siklus hidupnya mirip.
Belakangan diketahui bahwa SARS-CoV-2 menginfeksi manusia dengan cara mirip sekali dengan kerabatnya (SARS-CoV), yaitu berinteraksi dengan reseptor bernama ACE2.
ACE2 terdapat dalam jumlah banyak pada sel-sel alveolus tipe II di paru-paru, sel epitel di esofagus bagian atas, enterosit pada ileum (bagian terakhir usus halus) dan kolon (usus besar), sel epitel pada empedu, sel otot jantung, sel proximal tubule pada ginjal dan sel urotelial pada kandung kemih.
Laporan lain mengelompokkan tingkat kerentanan organ tubuh manusia berdasarkan jumlah ACE2 yang terdapat di organ tersebut. Paru-paru berada diurutan teratas kemungkinan risiko tertinggi terhadap SARS-CoV-2.
Organ dan bagian tubuh seperti rongga mulut, jantung, saluran pencernaan (usus halus dan usus besar) dan ginjal termasuk dalam kategori risiko tinggi terhadap infeksi SARS-CoV-2, temuan yang dapat menjelaskan adanya gejala non-pernafasan pada Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/enggan-ikut-jejak-italia-pemerintah-indonesia-bentuk-tim-khusus-tangani-virus-corona.jpg)