Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara

Perempuan memegang peranan penting dalam rantai perikanan, salah satunya dalam penjualan hasil tangkapan hingga sampai ke tangan konsumen

Editor:
Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara - pelasdsdsdsdd.jpg
istimewa
Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara
Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara - pelatihan-pemberdayaan-peredsdsd.jpg
istimewa
Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara
Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara - pelatihan-pemberdayaan-peredsds.jpg
istimewa
Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara
Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara - pelatihan-pemberdayasdsdsd.jpg
istimewa
Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Perempuan memegang peranan penting dalam rantai perikanan, salah satunya dalam penjualan hasil tangkapan hingga sampai ke tangan konsumen.

Hasil dari Financial Barriers Assessment di Manado, Bitung dan Sangihe oleh Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) dan Marine Change menunjukkan bahwa pelaku perikanan skala kecil di tiga wilayah Sulawesi Utara ini sebagian besar merupakan perempuan.

Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara
Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara (istimewa)

Maka dari itu diperlukan penguatan kaum perempuan sehingga mereka bisa lebih berdaya, baik dalam urusan rumah tangga maupun dalam urusan usaha.

Yayasan MDPI di bawah DAI-USAID Invest Project sebelumnya telah memberikan pelatihan Aplikasi Trafiz untuk tibo-tibo (sebutan penjual ikan) di Sulawesi Utara.

Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara
Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara (istimewa)

Kini MDPI mengadakan pelatihan kedua dengan tajuk ‘Pelatihan Pemberdayaan Perempuan bagi Masyarakat Perikanan’ yang berfokus pada pembahasan mengenai gender, pemberdayaan perempuan, pengelolaan keuangan serta fungsi dan tanggung jawab mereka dalam pengelolaan perikanan di Indonesia.

Sadar bahwa perempuan butuh dorongan dan motivasi dari partner mereka, baik suami maupun rekan kerja, maka Yayasan MDPI turut mengundang para suami dan rekan kerja mereka untuk hadir dalam pelatihan ini.

Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara
Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Untuk Masyarakat Perikanan Di Sulawesi Utara (istimewa)

Dalam penjabaran materi kesetaraan gender, penting adanya keterlibatan peserta laki-laki, baik suami petibo ikan, nelayan, supplier ikan dan pemilik kapal, demi mencapai tujuan di mana para laki-laki turut mendukung kesetaraan gender.

Pelatihan untuk peserta laki-laki dan perempuan dilakukan dalam waktu yang berbeda demi menjaga keamanan dan kenyamanan para perempuan yang ingin menyampaikan pendapatnya terkait isu gender serta menjaga privasi individu yang ingin membahas tentang kekerasan berbasis gender.

Di Manado sendiri pelatihan ini diadakan tanggal 16-17 Maret 2020 di Aula TPI Tumumpa Manado, dihadiri 46 peserta perempuan (hari I) dan 19 peserta laki‐laki (hari II).

Yayasan MDPI juga menghadirkan expert dalam isu ini, yaitu LSM Swara Parangpuan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Manado untuk memberikan materi gender, isu kesetaraan gender dan kekerasan berbasis gender hingga peran gender dalam perikanan.

 Selain di Manado, pada tanggal yang sama Yayasan MDPI juga mengadakan pelatihan serupa di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe yang dihadiri oleh 28 tibo-tibo perempuan dan 10 laki-laki, juga pemilik kapal, nelayan dan DPPPA Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Di akhir pelatihan para peserta laki-laki berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada para petibo, di antaranya dengan menciptakan lingkungan kerja petibo yang aman dan responsif gender serta mendorong peran perempuan petibo dalam kegiatan pengelolaan perikanan berkelanjutan, salah satunya melalui keterlibatan aktif dalam berbagai rapat perikanan di lingkungan kerja masing-masing.

Pelatihan ini juga menjadi forum untuk meningkatkan rasa percaya diri kaum perempuan dalam berbicara di depan umum, sehingga nantinya mereka dapat memberi masukan mengenai pengelolaan perikanan di pertemuan tingkat daerah maupun provinsi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved