Kerajinan Bambu

Kerajinan Bambu di Kinilow, Sisi Lain Kota Tomohon

Kerajinan tangan jadi salah satu andalan sebagian masyarakat Kota Tomohon.

Ventrico Nonutu - Tribun Manado
Pusat Kerajinan Bambu, Kinilow, Kota Tomohon 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kota Tomohon tak hanya dikenal sebagai kota bunga dan memiliki pemandangan yang indah.
Ada sisi keunikan kreatifitas warga yang kadang terlewatkan.
Kerajinan tangan jadi salah satu andalan sebagian masyarakat Kota Tomohon.
Tepatnya di Kelurahan Kinilow anda dapat menemukan pusat kerajinan bambu.

Pusat Kerajinan Bambu, Kinilow, Kota Tomohon
Pusat Kerajinan Bambu, Kinilow, Kota Tomohon (Ventrico Nonutu - Tribun Manado)

Berjarak 26 kilometer dari pusat kota Manado, perjalanan dapat ditempuh tidak lebih dari 60 menit.
Perjalanan menuju Tomohon akan melewati pegunungan dengan udara yang sejuk.
Sesekali, mata akan dimanjakan dengan indahnya pemandangan teluk Manado.
Bahkan ketika hari mulai senja, anda dapat menyaksikan matahari terbenam.
Tak jauh ketika memasuki Kota Tomohon, anda dapat langsung menemukan pusat kerajinan bambu yang berada di sisi kiri jalan.
Pusat kerajinan bambu kota Tomohon terbentang sepanjang 350 meter.
Ada belasan kios kerajinan bambu yang dapat anda kunjungi.
Disini anda dapat menemukan berbagai jenis kerajinan tangan yang terbuat dari bambu.

Jenis-jenis kerajinan bambu, maupun kerajinan tangan lainnya, Kinilow, Tomohon
Jenis-jenis kerajinan bambu, maupun kerajinan tangan lainnya, Kinilow, Tomohon (Ventrico Nonutu - Tribun Manado)

Ada juga yang terbuat dari batu, tanah liat, dan campuran semen yang di cetak.
Beberapa kios sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
Tak heran banyak pengunjung yang datang ke tempat ini.
Selain warga lokal, ada juga wisatawan mancanegara yang mengunjungi tempat ini.
Kerajinan bambu sering dijadikan ole-ole untuk dibawa pulang, namun ada juga yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Kios kerajinan bambu yang berjejer di Kinilow, Tomohon
Kios kerajinan bambu yang berjejer di Kinilow, Tomohon (Ventrico Nonutu - Tribun Manado)

Koko Pondaag (26), mengatakan sebagian kerajinan bambu dibuat sendiri, tapi ada juga yang dipasok dari luar.
"Kalau yang terbuat dari tanah liat dipasok dari Desa Pulutan, ada juga kerajinan yang dipasok dari Jawa dan Gorontalo," katanya.
Pondaag mengungkapkan banyak warga lokal hingga wisatawan mancanegara yang mampir untuk membeli.
"Harganya bervariasi, untuk anyaman bambu ada yang harganya Rp 25 ribu, tergantung dari jenis, ukuran dan tingkat kesulitan," ujarnya.
Ventje Pusung (59) mengatakan untuk membuat kerajinan bambu bisa dipesan, sehingga bisa mengikuti selera dari pemesan.
"Untuk membuat anyaman kadang hanya membutuhkan waktu 15 menit, tapi itu tergantung dari tingkat kesulitannya," katanya.
Pusung mengungkapkan bahwa tempatnya saat ini sudah ada sekitar 40 tahun lalu.
"Sudah lama, tempat ini sudah turun-temurun," kata dia sembari menunjuk ke area kios. (vnt)

Penulis: Ventrico Nonutu
Editor: Ventrico Nonutu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved