Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona di Indonesia

Ditanya Soal Lockdown, Ekonom Senior Sebut Data Virus Corona di Indonesia Masih Kurang Jelas

Terkait virus corona yang saat ini tengah mewabah di Indonesia, Ekonom Senior, Faisal Basri mengungkapkan bahwa dirinya setuju jika diadakan lockdown.

Editor: Rizali Posumah
Tangkapan Layar Kompas TV.
Terkait virus corona yang saat ini mewabah di Indonesia, Ekonom Senior, Faisal Basri mengungkapkan bahwa dirinya setuju jika diadakan lockdown terbatas. Hal itu dikatakan Faisal saat hadir di acara Kompas TV, Minggu (22/3/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait virus corona yang saat ini tengah mewabah di Indonesia, Ekonom Senior, Faisal Basri mengungkapkan bahwa dirinya setuju jika diadakan lockdown terbatas.

Hal itu dikatakan Faisal saat hadir di acara Kompas TV, Minggu (22/3/2020).

Mulanya, Faisal mengakui bahwa persebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu sangat cepat.

Karenanya, ia menegaskan, perlu untuk menekan persebaran virus tersebut.

"Intinya yang kita inginkan adalah persebarannya bisa kita kendalikan semaksimal mungkin," kata Faisal.

Faisal lantas menyinggung banyak negara yang memilih untuk lockdown agar penyebaran Virus Corona tak meluas.

Faisal menilai itu dilakukan lantaran negara-negara itu tak ingin mengambil risiko sekecil apapun.

Sebagaimana diketahui, beberapa negara yang memilih lockdown di antaranya Italia, Prancis, hingga Spanyol.

"Pengalaman di hampir semua negara yang mengalami beda-beda. Tapi lebih banyak yang melakukan lockdown karena tidak ingin ada risiko sekecil apapun wabahnya meluas luar biasa."

"Dan lockdown itu kan pada umumnya dilakukan dua minggu. Diharapkan ongkosnya itu jauh lebih murah ketimbang ongkos kalau menularnya itu tak terperikan," jelasnya.

Terkait hal tersebut, Faisal menilai, perlu bagi pemerintah Indonesia untuk melakukan lockdown terbatas di daerah-daerah tertentu.

"Saya lebih setuju lockdown dalam arti terbatas, di kota-kota tertentu yang datanya jelas," lanjutnya.

Namun, paparnya, lockdown harus dilakukan di daerah yang memiliki data Virus Corona jelas.

Ia menilai, data Virus Corona di Indonesia sejauh ini masih kurang jelas.

"Nah ada masalah juga, saya sampai sekarang enggak dapatkan data (terkait Corona) yang mudah untuk dipahami. Kalau data dunia rinci," ujar Faisal.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved