Calon Kepala Daerah dari Golkar
Kairupan: Popularitas Imba Sangat Perkasa Untuk Manado
Tugas yang diberikan Partai Golkar kepada Jimmy Rimba Rogi membuat konstelasi Politik kian memanas, Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado.
Penulis: Hesly Marentek | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tugas yang diberikan Partai Golkar kepada Jimmy Rimba Rogi membuat konstelasi Politik kian memanas, Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado.
Pasalnya popularitas politisi yang biasa disapa Imba ini dinilai mampu menjadi magnet tersendiri bagi Partai Golkar.
Hal ini sebagaimana yang dikatakan Pengamat Politik Josef Kairupan, Minggu (22/02/2020).
Dengan diterimanya surat tugas Imba mewakili Golkar, menjadikan konstelasi politik berubah di Kota Manado.
Terutama bagi parpol-parpol yang akan mengusung calonnya yg mungkin saja peluangnya masih kecil.
"Munculnya Imba pastinya tidak akan di pandang sebelah mata oleh parpol lain. Justru akan membuat parpol lain akan berkoalisi dengan Golkar," katanya.
Alasan lain, menurut Akademisi Unsrat ini, popularitas Imba sangat perkasa untuk Manado sudah dibuktikan dengan hasil penelitian survei Pusat Kajian Pemerintahan, Sosial dan Politik, Fispol Unsrat.
Yang mana dari 1501 responden, periode Desember-Januari, tingkat keterpilihan Imba oleh responden cukup tinggi.
Padahal kalau di cermati sosialisasi kandidat termasuk Imba diperiode waktu tersebut belum dilakukan secara masif.
"Nah mungkin ini jadi alasan Golkar sebagai Parpol besar dan pernah berkuasa, tidak mau kehilangan momentum menentukan Imba sebagai utusan untuk maju di Pilkada.
Menurutnya ini merupakan pilihan yang tepat bagi Golkar untuk mengembalikan kejayaan di Kota Manado.
Kairupan menambahkan Popularitas Imba bisa menjadi magnet bagi Golkar untuk menarik parpol lain.
"Ini akan jadi pertimbangan partai lain untuk berkoalisi dengan. Apalagi untuk popularitas dan elektabilitas yang dimiliki Imba sangat menjanjikan," tambahnya.
Selain itu, dengan ikut sertanya Imba di konstestasi pilkada Manado, sepertinya harus membuat Para rivalnya termasuk parpol pendukung 'putar otak' dan mengkaji lebih mendalam lagi figur seperti apa yg akan menandingi Imba.
Sehingga menurut Kairupan, siapa lawan ideal Imba masih sangat menarik ditunggu. Dikarenakan ada beberapa nama yang cukup menjanjikan.
Salah satunya Mor Dominus Bastiaan (MDB). Yang sebagai petahana tentunya tingkat popularitasnya baik.
Tetapi tantangannya apabila selama menjabat telah melakukan sesuatu yg populis atau tidak, hal itu sangat mempengaruhi aksepbilitas dan elektabilitas.
"Selanjutnya ada Harley Mangindaan, sebagai tokoh yang pernah menjadi wawali dan peserta pilkada 2015 lalu, juga telah memiliki konstituen militan," sebutnya.
Dikatakan Kairupan, konstalasi di parpol lain juga akan berubah. Apalagi kemungkinan akan ada parpol yang tadinya telah memiliki kandidat akan berpikir untuk koalisi.
"Harus paripurna, bukan hanya dari indikator elektabilitas semata, tetapi diperhitungkan pula tingkat diterima oleh masyarakat," ujarnya.
Lanjut Kairupan, untuk itu perlu mempertimbangkan hasil survei yang benar2 kredibel, profesional, dan berintegritas, serta benar-benar menyajikan data yg tepat.
Menurutnya, untuk menandingi Imba, para kandidat lain harus benar-benar berjuang ekstra keras.
"Mungkin JS bisa saja turun gunung, mengingat hasil survei dari Pusat kajian Penerintahan dan Sosial Politik Fispol Unsrat JS memiliki tingkat keterpilihan yang cukup tinggi oleh responden."
"Ditambah lagi sesuai informasi yang dihimpun pada saat survei, program-program populis JS yg ditawarkan dan sudah terbukti selama memimpin Kabupaten Mitra."
"Sedangkan AA, responden memilih untuk tetap sebagai legislator Sulut, begitu juga dgn RS," papar Kairupan.
• Tim Satgas COVID-19 Minta Warga Kurangi Aktifitas Diluar Rumah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/wanita-yang-akrab-dipanggil-tetty-ini-akan-menerima-surat-rekomendasi.jpg)