Sabtu, 30 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Ini Perbandingan antara Pandemi Covid-19 dan Pandemi Flu Babi, Ternyata Ada Perbedaan Signifikan

Sebelum adanya virus corona yang menyebabkan Covid-19 seperti yang terjadi saat ini, ada juga penyakit yang kemudian dinyatakan sebagai pandemi global

Tayang:
(shutterstock.com)
Ilustrasi Pandemi 

R-nought atau angka reproduksi dasar adalah jumlah kasus yang dihasilkan oleh satu kasus secara rata-rata selama periode menularnya, dalam populasi yang tidak terinfeksi atau jumlah orang yang bisa terpapar virus dari seseorang yang menderita.

Kemudian untuk Covid-19, sebagian besar gejala yang muncul adalah korban mengalami demam, batuk kering, dan sesak nafas.

Sesak nafas yang terjadi pada penderita Covid-19 bisa mengarah pada masalah pernafasan yang serius seperti pneumonia.

Ada juga gejala lain yang mengikuti, seperti sakit kepala, tenggotokan, perut, bahkan diare. Namun gejala-gejala ini jarang terjadi.

Yang lebih  mengkhawatirkan, ada pula penderita Covid-19 yang hanya menunjukkan gejala ringan atau tidak bergejala sama sekali.

Hal itu dimungkinkan, karena virus memiliki masa inkubasi di dalam tubuh selama 14 hari.

Bisa jadi, seseorang masih terlihat sehat namun sesungguhnya di dalam tubuhnya sudah terdapat virus yang bisa ditularkan ke siapa pun yang ada di sekitarnya.

Penanganan

Amerika Serikat disebut lebih cepat dalam mengangani Flu Babi 2009 dibanding dengan Covid-19 yang terjadi saat ini.

Di awal kemunculannya, 2 virus baru itu sesungguhnya tidak lama langsung diumumkan urutan genetiknya, sehingga vaksin bisa diproduksi sesegera mungkin.

Misalnya urutan genetik dari H1N1 Flu Babi yang diumumkan CDC hanya 4 hari setelah kasus pertama ditemukan, mengunggahnya ke basis data publik dan mengembangkan vaksin untuk menanganinya.

Tidak jauh berbeda, dalam kasus Covid-19 pun, China sudah mengunggah urutan genetik virus di hari ke-5 sejak kasus pertama ditemukan, 31 Desember 2020.

Namun, perbedaan penanganan mulai terlihat setelah itu.

Kasus pertama Covid-19 di Amerika Serikat terdeteksi pada 20 Januari 2020 dan departemen kesehatan setempat menyatakan Covid-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat 11 hari setelahnya.

Ketika itu, CDC mulai mengirimkan kit pengujian yang berasal dari tahun 2014 untuk menangani Sars-CoV-2 ke ratusan laboratorium di sepenjuru negeri.

Heboh, Acara Pernikahan Dibubarkan Polisi, Tamu Disemprot Cairan Disinfektan dan Dikawal Pulang

Namun, sebagian mendapatkan peralatan yang salah sehingga terjadi penundaan dalam menangani virus ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved