Marinir Kerahkan Perahu Karet, Evakuasi Gedung Sekolah Theologi
Peristiwa bencana banjir yang terjadi di Kelurahan Duasudara, tepatnya di Gedung Sekolah tinggi theologi (STT) membuat kesulitan evakuasi.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Peristiwa bencana banjir yang terjadi di Kelurahan Duasudara, tepatnya di Gedung Sekolah Tinggi Theologi (STT) Rumah Murid Kristus membuat kesulitan dalam evakuasi, Jumat (20/3/2020).
Ini karena ketinggian air membuat akses ke lokasi banjir harus menggunakan perahu karet dan melakukan penyedotan pakai pompa air
Yonmarhanlan VIII Bitung melaksanakan pemberangkatan perbantuan dengan jumlah personel 10 orang dipimpin oleh Kapten Mar David Senewe.
Adapun rincian material yang kirim yaitu, Truk 1 unit, Prahu Karet 1 unit, Dayung 9 buah, Pelampung 15 buah, dan Skop 10 buah.
Sebelum berangkat menuju ke lokasi banjir diadakan apel kelengkapan personil dan material oleh Kapten Mar David Senewe.
"Personil Yonmarhanlan VIII langsung bertindak cepat melaksanakan evakuasi warga yang masih terjebak banjir, melaksanakan evakuasi material dan dokumen di Kampus Sekolah Tinggi Teologi Rumah murid Kristus," kata David Sabtu (21/3/2020).
Banjir bandang yang terjadi itu bermula dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur Kota Bitung, Kamis (19/03/2020) sekira pukul 23.45 WITA.
Kadaops Manggala Agni Kota Biting Hambali Mokoagow menambahkan, hingga Sabtu hari ini masih dengan kemarin pola operasi melakukan penyedotan genangan air di STT rumah murid kristus.
Dilakukan bersama dengan stakeholder yang ada dilapangan dan berkoordinasi dengan BPBD kota Bitung sebagai garda terdepan salam penanganan bencana.
"Kami hanya fokus pada penyedotan air sebagai upaya mengurangi debit genangan air pada lokasi," jelas Hambali.(crz)
• Virus Corona Mudah Hancur di Luar Tubuh Manusia, Ini Penjelasan Ahli Virologi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/peristiwa-bencana-banjir-yang-terjadi-di-kelurahan-duasudara.jpg)