Breaking News
Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rupiah Anjlok

Gapensi Sulut: Perang Dagang AS-China dan Virus Corona Beri Dampak Rupiah Terhadap Dollar

Kurs mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terus anjlok. Hari ini per dollar AS sudah menyentuh angka Rp 16.000

Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Gapensi Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kurs mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terus anjlok. Hari ini per dollar AS sudah menyentuh angka Rp 16.000 dan bahkan diprediksi akan tembus sampai Rp 18.000

Situasi ini mengingatkan pada krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 silam. Saat itu situasi perekonomian Indonesia kacau balau.

Ketua Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Sulawesi Utara (Sulut) Jevry Masinambow menilai bahwa situasi ini masih terkendali dan sangat wajar. Rupiah terus melemah imbas dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China sejak tahun lalu.

Antisipasi Virus Corona, Sri Senang Ada Penyemprotan Disinfektan di Asrama

"Rupiah makin terjun ke bawah ditambah dengan merebaknya wabah virus corona di seluruh dunia. Jadi itu wajar saja," ujar dia, Jumat (20/3/2020).

Seluruh mata uang di dunia juga terkoreksi turun terhadap dollar. Jadi bukan hanya mata uang Indonesia saja.

Namun kata Masibambow pemerintah harus terus menjaga iklim investasi di Indonesia dan memberi dana stimulus bagi pelaku usaha. Dia berkeyakinan melemahnya rupiah tak akan berlangsung lama.

"Memang pengusaha seperti kami juga merasakan dampak melemahnya rupiah. Misalnya suatu barang dalam perencanaan anggaran harganya sekian setelah rupiah melemah jadi naik," ujar Jevri Masinambow.

Kapolres Minsel: Masyarakat Tak Perlu Panik Hadapi Virus Corona

HAKLI Sulut: Putuskan Rantai Virus Corona dengan Patuhi Aturan Pemerintah

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved