Rumah Makan Terung Tampurung, Sediakan Kuliner Khas Minahasa

Selain bisa melepas lelahnya perjalanan, traveller juga bisa menikmati kuliner tradisional khas Minahasa.

Istimewa
Penyajian Tinutuan (Bubur Manado) dan Kue Cucur menggunakan tempurung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagi Traveller yang hendak menuju Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, cobalah untuk mampir sejenak di Rumah Makan Terung Tampurung.

Selain bisa melepas lelahnya perjalanan, traveller juga bisa menikmati kuliner tradisional khas Minahasa.

Terung Tempurung, Suluan Minahasa, Sulawesi Utara.
Terung Tempurung, Suluan Minahasa, Sulawesi Utara. (Ventrico Nonutu/Tribun Manado)

Lokasinya berjarak 25 kilometer dari pusat Kota Manado, tepatnya di Desa Suluan, Kecamatan Tombolu, Terung Tampurung bisa jadi tempat yang tepat untuk bersinggah.

Anda harus melewati Jalan Ring Road Manado melewati Kembes. Desa tersebut dijumpai sebelum Anda memasuki Kota Tondano.

Ketika tiba di tempat ini, anda akan langsung mendengar suara air yang berasal dari sungai dan telaga di bagian belakang RM Terung Tampurung.

Pemandangan di Terung Tempurung, bisa untuk ber swafoto.
Pemandangan di Terung Tempurung, bisa untuk ber swafoto. (Ventrico Nonutu/Tribun Manado)

Rumah Makan Terung Tampurung memiliki udara sejuk, ditambah gemericik air dan kicauan burung menjadi paduan suara yang merdu dari alam, membuat traveler tenang.

Tidak hanya itu, traveler bisa mencicipi kuliner khas Minahasa seperti Bubur Manado (Tinutuan), Mujair, Kue Cucur, Perkedel Nike, Saguer (minuman olahan Pohon Aren), dan lain-lain.

Harga yang ramah di kantong membuat tempat ini ramai dikunjungi warga.

Penyajian Tinutuan (Bubur Manado) dan Kue Cucur menggunakan tempurung
Penyajian Tinutuan (Bubur Manado) dan Kue Cucur menggunakan tempurung (Ventrico Nonutu/Tribun Manado)

Dan tak kalah menarik, nuansa alamnya akan lebih terasa ketika berbagai kuliner disajikan dengan peralatan tradisonal.

Yudith (23), seorang pengunjung mengungkapkan bahwa salah satu ciri khas dari tempat ini adalah peralatan makannya diambil dari alam.

"Di sini menggunakan peralatan makan yang unik, biasanya kita makan menggunakan piring, tapi di sini diganti dengan tempurung," katanya.

Jadi bagi traveller yang hendak menuju Tondano, Kawangkoan, Langowan, maupun Ratahan, atau sebaliknya menuju Kota Manado dan menggunakan akses jalan Tombulu, tak ada salahnya untuk mampir sejenak. (vnt)

Penulis: Ventrico Nonutu
Editor: Ventrico Nonutu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved