Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Antisipasi Virus Corona

Dampak Covid 19, Jamaah Umroh Sulut Belum Ada Kepastian ke Mekkah

Apa yang dilakukan oleh Arab Saudi adalah langkah antisipatif, untuk sterilisasi pelaksanaan ibadah karena ini adalah hal yang dianggap musibah

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Fistel Mukuan
Rikson Hasanati, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Arab Saudi dari Kementerian Haji dan Umrah mengirim surat ditujukan kepada Menteri Agama Republik Indonesia, tentang permohonan untuk menunggu atau bersabar dalam menyelesaikan kewajiban baru, hingga jelasnya masalah Covid-19.

Kantor Wilayah Kementerian Agama, Provinsi Sulawesi Utara yang berada di Jalan 17 Agustus, Bumi Beringin, Manado, Sulut dimintai tanggapan Tribun Manado mengenai hal ini.

Tribun Manado menjumpai Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulut, Rikson Hasanati.

Cegah Virus Corona, BPBD Sulut Bagi-bagi Masker kepada Pengendara di Jalan

Rikson Hasanati memaparkan jumlah daftar tunggu yang akan berangkat untuk haji tahun ini.

"Sebanyak 700 reguler, lima tim pemandu haji daerah dan dua pembimbing," kata Rikson.

Ia juga katakan, kalau jumlah pendaftar keseluruhan sebanyak 7.600 yang menunggu.

"Masa tunggu sekarang kalau akan berangkat 13 tahun," tambahnya.

Hand Sanitizer Langka, Alkohol dan Sabun Detol Diburu Warga Kotamobagu

Jemaah yang akan berangkat sekarang sudah mendaftar sejak tahun 2013.

"Apa yang dilakukan oleh Arab Saudi adalah langkah antisipatif, untuk sterilisasi pelaksanaan ibadah karena ini adalah hal yang dianggap musibah," ucapnya.

Ia juga menjelaskan, aplikasi dari kementerian sudah ditutup, jangan sampai ada jemaah yang memaksakan untuk tetap berangkat.

Ini Kata Ketua PPI Sulut Terkait Pelemahan Rupiah

"Sampai hari ini di Sulut tidak ada jemaah yang ingin memaksakan diri untuk berangkat, setelah ada penutupan sementara," ungkapnya.

Dirinya mengimbau agar jemaah mematuhi aturan untuk mencegah kesehatan, demi kebaikan diri sendiri.

Baginya ini sebagai langkah pencegahan diri dan untuk semua agar kita untuk sementara menahan diri dulu.

Dampak Covid-19, Boas Cs Libur di Rumah, BTM : Jaga Fisik

Kemenag sudah dikomunikasikan, sudah membentuk tim untuk pencegahan virus ini.

Kemenag akan ada penyemprotan disinfektan, tapi masih sementara dikoordinasikan dengan pihak terkait.

"Sudah ada pegawai yang digilir, walaupun dia di rumah tapi bekerja, tapi kalau ada kegiatan mendesak akan dilakukan bersama di kantor, dan kalau di rumah akan selalu dipantau melalui video call," tutupnya. (fis)

Harga Gula di Kotamobagu Naik, Tim Gabungan Pemkot Gelar Operasi Pasar

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved