Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wabah Virus Corona

Warga Malaysia Panik Serbu Supermarket, Negaranya Berlakukan Lockdown, Singapura Terpukul

Malaysia akan menutup semua bisnis kecuali toko yang menjual makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Editor: Alexander Pattyranie
KOMPAS.com/ ERICSSEN
Warga Singapura terlihat mengantri panjang untuk membayar barang-barang belian mereka di FairPrice Xtra, Vivo City, Singapura, Sabtu Siang (08/02/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Malaysia memutuskan menerapkan langkah lockdown.

Kebijakan itu demi menghentikan penyebaran virus Corona.

Lockdown mereka lakukan selama dua minggu sejak 18-31 Maret 2020.

Malaysia akan menutup semua bisnis kecuali toko yang menjual makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Pengumuman lockdown disampaikan langsung Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin.

Dilansir dari Malaysia Mail, Rabu (18/3/2020), situasi lockdown membuat warga Malaysia panik dan

memborong kebutuhan pokok di supermarket-supermarket di Negeri Jiran itu.

Gambar dan video yang diunggah di media sosial memperlihatkan supermarket dan toko-toko dipenuhi

antrean yang mengular.

Masyarakat yang memadati supermarket tampak memenuhi troli belanja hingga penuh.

Beberapa rak di supermarket juga terlihat sudah kosong.

Seorang pengguna Twitter dengan akun @Mkhairulazri memposting foto-foto orang yang panik di Tesco yang berlokasi di Cheras, Selangor.

"Sepertinya orang-orang membeli bahan-bahan makanan karena Covid-19.

Terlihat antrean panjang di semua konter," tulis Khairul Azri.

Sementara itu lewat akun Twitter resminya, Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen Malaysia atau KPDNHEP mengimbau masyarakat agar tak panik dengan berita palsu atau hoax terkait virus corona.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved