Wabah Virus Corona
Menteri Positif Virus Corona, Jokowi dan Pembantunya Ikut Dites
Setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terinfeksi Corona, para menteri anggota Kabinet Indonesia Maju diperiksa kesehatannya
Jika orang tersebut dinyatakan positif tanpa keluhan, maka akan direkomendasikan self isolated atau isolasi di rumah, sehingga orang tersebut bisa tetap bekerja dari rumah di bawah pemantauan petugas kesehatan.
"Kalau kemudian ada keluhan, dengan gejala, kita rekomendasikan untuk dirawat di rumah sakit.
Tapi kalau negatif, tetap kita sarankan untuk self monitoring, betul-betul dimonitoring," imbuh Yuri.
Sebelum dinyatakan positif corona, Budi Karya Sumadi memang sempat mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Jokowi dan menteri lainnya.
Hingga kemarin pasien positif virus corona di Indonesia naik menjadi 117 orang.
Yurianto menyatakan, ada tambahan 21 pasien baru yang positif virus corona.
Dari 21 pasien baru itu, 19 orang di Jakarta sementara 2 lainnya di Jawa Tengah.
"Hari ini kita mendapatkan 21 kasus baru, di mana 19 orang di Jakarta dan 2 di Jawa Tengah," kata Achmad Yurianto saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Minggu (15/3).
"Di Jakarta ini sebenarnya adalah pengembangan dari tracing kasus yang sebelumnya," lanjut Yuri.
Kerja Online
Setelah satu anak buahnya dinyatakan positif terpapar virus corona, Presiden Jokowi mengimbau masyarakat bisa bekerja di rumah, termasuk para menterinya.
"Salah satu menteri kami terdeteksi positif.
langkah-langkah antisipasi telah dilakukan dan saya yakin para menteri kerja seperti biasa dan lebih keras walaupun sebagian secara online (di rumah)," kata Jokowi.
Jokowi juga meminta masyarakat tetap tenang. Namun, tetap mewaspadai wabah virus corona ini. Ia mengatakan pemerintah terus berupaya menangani penyebaran virus ini. Jokowi memastikan para menteri di Kabinet Indonesia Maju tetap bekerja seperti biasanya. Bahkan, kata dia, para menterinya bekerja lebih keras di tengah pandemi Corona ini.
"Saya yakin para menteri bekerja penuh seperti biasa. Bahkan hari-hari ini para menteri bekerja lebih keras. Walaupun sebagian dilakukan dengan cara online untuk mengatasi isu kesehatan dan mengatasi dampak perekonomian akibat COVID-19 ini," ujarnya.