Renungan Harian Kristen : Sadar, Sesal dan Bertobat
Daud terlanjur bersalah dengan melakukan sensus sebagai bentuk kesombongan dan mengabaikan Allah.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Maickel Karundeng
*Pembacaan Alkitab : 1 Tawarikh 21:6-8
**Oleh : Jackried Maluenseng
TRIBUNMANADO.CO.ID "Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak ada gunanya."
Peribahasa tua ini cocok dengan apa yang terjadi pada Daud.
Daud terlanjur bersalah dengan melakukan sensus sebagai bentuk kesombongan dan mengabaikan Allah.
Dia jatuh dalam dosa. Padahal, dia tergolong raja yang setia.
Tapi toh jatuh juga dalam dosa. Iblis memanfaatkan kelengahan dan kesenangan Daud yang tak terkontrol itu.
Meski sudah ditegur Yoab panglimanya, tapi Daud tetap menjalankan kehendak hati bisikan dan jeratan iblis itu.
Yoab pun menjelajahi Israel dan menghitungnya.
Daud terperangkap oleh jeratan iblis.
Karena itu jahat di mata Allah, maka dihajar-Nya bangsa Israel itu.
Daud sontak sadar. Dia menyadari bahwa dia telah berdosa.
Dia sangat menyesalinya perbuatannya itu. Daud pun berseru kepada Allah.
Dia mengaku telah berdosa dan telah melakukan perbuatan bodoh. Dia bertobat.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Lalu berkatalah Daud kepada Allah: "Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh." (ayat:8).
Daud memang lengah. Dia sebenarnya sedang berada dalam zona sangat nyaman karena memenangkan pertempuran terhadap bangsa-bangsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-harian-kristen-rela-menderita-orang-kristen-sejati-pasti-melewati-penderitaan.jpg)