Corona Tewaskan 3.097 Orang di Dunia: Begini Kondisi Dua Pasien di RS Kandou
Kondisi dua pasien diduga terpapar virus Corona (Covid 19) di RSUP Prof Kandou semakin membaik. RS Kandou masih terus mengawasi
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Kondisi dua pasien diduga terpapar virus Corona (Covid 19) di RSUP Prof Kandou semakin membaik. RS Kandou masih terus mengawasi perkembangan pasien dari Kota Bitung dan Kotamobagu itu hingga Minggu (8/3/2020).
Terkait hasil pemeriksaan kedua pasien itu masih menunggu dari Kementerian Kesehatan. Demikian disampaikan dr Hanry Takasenseran, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Prof Kandou. "Kondisi mereka semain baik," katanya saat dihubungi Tribun Manado, Minggu (8/3/2020).
• Sosok Ririn Ekawati yang Terjerat Narkoba, Bekerja Sebagai Model & Presenter, Miliki 2 Anak
Lanjut Hanry, kedua pasien tersebut sudah diambil sampel pemeriksaannya.
"Kita tinggal tunggu hasilnya karena yang mengirim dari pihak BTKL bekerja sama dengan Dinas Kesehatan," jelasnya. Ia menyatakan, hasil pemeriksaan sudah diambil dan sudah dikirim ke Jakarta.
"Harusnya dalam tiga hari sudah ada tetapi ini belum tahu berarti masih harus menunggu," ujar Hanry. Kata dia, langkah selanjutnya ialah menunggu hasil pemeriksaan tersebut. "Mau bagaimana lagi yang pasti tetap tunggu hasil pemeriksaan," pungkasnya.
Sementara itu, pemerintah kembali mengumumkan kasus positif virus corona setelah empat kasus positif virus corona. Adapun pasien yang positif berjumlah dua orang atau dua kasus. "Yang pertama adalah kita sebut sebagai kasus 05, laki-laki 55 tahun. Ini adalah hasil pemeriksaan lanjutan dari tracking kasus cluster Jakarta," ujar Juru Bicara Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, di kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Minggu (8/3).
Sementara kasus positif yang kedua, dilanjutkan Yuri, adalah kasus 06. "Laki-laki 36 tahun. Ini adalah imported case yang dia dapatkan dari Jepang, dia bekerja sebagai ABK di kapal Diamond Princes," lanjut Yuri.
Kedua kasus positif, dikatakan Yuri berada dalam penanganan pihak rumah sakit, meski tidak disebutkan dirawat di rumah sakit mana. "Kedua-duanya stabil, tidak membutuhkan oksigen, tidak diinfus, tidak demam, tidak batuk, dan tidak pilek," pungkas Yuri.
Dengan begitu, hingga hari Minggu ini, total sudah ada enam orang yang postif virus corona. Adapun seperti diketahui, kasus 1 dan 2 pasien positif virus corona merupakan warga Depok yang melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang juga postif virus corona.
Adapun kasus 3 dan 4 berumur di bawah 34 tahun. Keduanya dinyatakan positif setelah dua hari berada di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta. Yuri mengatakan bahwa dua orang tersebut merupakan bagian dari orang yang melakukan kontak dengan dua orang Warga Depok yang sebelumnya dinyatakan positif Corona.
Pada awalnya Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI, dibantu BIN menelusuri adanya 80 orang yang diduga melakukan kontak dengan dua pasien Corona di tempat club dansa Amigos. "80 orang gabungan dari tamu dan pegawai. termasuk orang yang berada atau bekerja di situ mulai dari juru parkir dan juru masak," katanya.
Dari 80 orang tersebut kemudian dikerucutkan menjadi 20 orang karena sebagian besar tidak berada dalam ruangan dansa tersebut. Setelah diperiksa dari 20 orang tersebut kemudian ada tujuh orang yang diduga terinfeksi corona. Tujuh orang tersebut mengalami gejala yang sama mulai dari demam dan batuk sehingga kemudian diobservasi dan diisolasi.
Setelah menjalani pemeriksaan di RSPI Sulianti Suroso dua dari tujuh orang tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19. "Dari tujuh orang ini kita dapatkan dua orang confirm positif yang kita sebut kasus tiga dan kasus empat," pungkasnya.
• Detik-detik SPBU di Ambarawa Diterjang Angin Puting Beliung, 1 Orang Terluka, Tonton Videonya
Kasus 05 yang berjenis kelamin laki-laki usia 55 tahun kata Yuri dirawat di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso. "(Kasus 06) tetap di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan," kata Yuri.
Pemerintah lanjut Yuri juga telah mengantongi data warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat kontak jarak dekat (close contact) dengan WN Malaysia positif Covid-19. WN Malaysia tersebut diduga berada seminggu di Indonesia. Ia dinyatakan positif mengidap Covid-19 oleh otoritas Malaysia pada 4 Maret.
"Kita sudah mendapatkan datanya di Indonesia, dia di mana dan kemudian siapa kontaknya. Ini kemudian bagian untuk contact tracking," kata dia.
Ia mengatakan, Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk otoritas Malaysia, untuk menelusuri siapa saja WNI yang terjalin kontak langsung dengan WN
Malaysia tersebut. Namun, hanya yang menunjukkan gejala Covid-19 yang dilaporkan dan diawasi aktivitasnya. Jika tidak sakit, maka orang tersebut tak akan dilaporkan sebagai orang dalam pantauan.
"Seperti di awal tadi yang saya laporkan tadi, contact tracking kita (klaster Jakarta) ada perkiraan 80 orang, ternyata dikecilkan, terus seperti itu. Jadi tidak selalu semua contact tracking adalah positif atau semuanya menjadi suspect," lanjut Yuri.
Ia juga menyatakan, pasien Covid-19 yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso tak mengenakan alat bantu pernapasan dan juga infus. Mereka, juga disebut bisa melakukan aktivitas secara mandiri tanpa bantuan orang lain. "Secara keseluruhan kasus yang di rumah sakit kita rawat tanpa menggunakan alat bantu apapun. Tidak menggunakan selang oksigen, tidak menggunakan infus," ujar Yuri.
"Semuanya masih mampu melakukan rawatan mandiri. Artinya bisa makan sendiri, bisa ke kamar mandi sendiri dan melakukan aktivitas yang lain," ujar Yuri lagi.
Ia pun mengatakan kondisi pasien 1, 2, 3, dan 4 terus membaik hingga saat ini. Mereka sudah tidak demam. "Sekarang sudah tidak demam. Batuk masih. Pileknya juga banyak berkurang.
Sudah tidak kelihatan letih lesu lemah. Itu sudah tidak. Mudah-mudahan dengan perawatan yang bagus, tidak lama lagi juga akan menjadi sembuh. Dan kemudian bisa kita pulangkan juga," lanjut dia.
Sementara itu untuk pasien suspect corona hingga Minggu ada 23 suspect Covid-19 di Indonesia. "Ada 23 masih suspect. Ini jadi penting yang suspect karena pemeriksaan yang kita jadikan acuan adalah ternyata dengan masih ada tanda-tanda virus orang itu masih sakit batuk demam meski tidak tinggi," ujar Yuri.
Ia mengatakan para suspect akan diperika hingga delapan kali. Ketika pemeriksaan delapan kali berturut-turut dinyatakan negatif maka mereka dinyatakan sehat. Karenanya, hingga delapan kali pemeriksaan mereka harus terus berada di rumah sakit untuk diperiksa.
"Mudah-mudahan di delapan negatif. Tapi banyak rumah sakit di luar pemeriksaan keenam kedelapan jadi positif. Oleh karena itu kita tidak boleh menganggap negatif dan boleh pulang karena gejala klinis masih ada. Oleh karena itu 23 masih ditahan di rumah sakit untuk observasi lebih lanjut," kata Yuri.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Judha Nugraha mengatakan hingga saat ini total sebanyak 12 WNI di luar negeri yang positif virus Corona. Hal itu setelah seorang WNI perempuan berusia 62 tahun di Singapura dinyatakan positif mengidap virus corona.
"Hingga hari ini total ada 12 WNI yang positif Covid-19. Tujuh diantaranya sudah sembuh," kata Judha.
Judha mengatakan, seorang WNI perempuan berusia 62 tahun tersebut pemegang visa social visit pass. Menurutnya, biasanya pemegang visa social visit pass memiliki keluarga yang menetap di Singapura.
"Yang bersangkutan pemegang social visit pass. Biasanya pemegang visa kunjungan sosial ini memiliki keluarga yang menetap di Singapura," kata Judha.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan kasus positif Covid-19 ke-133 di Singapura, yaitu WNI berusia 62 tahun berjenis kelamin perempuan yang mengunjungi Singapura dengan menggunakan Social Visit Pass. WNI tersebut tidak memiliki riwayat mengunjungi negara atau kawasan terdampak Covid-19 sebelumnya.
Dikutip dari keterangan resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, saat ini yang bersangkutan dirawat di National University Hospital (NUH). "WNI tersebut melaporkan timbulnya gejala atau simtomatik Covid-19 pada 29 Februari 2020 kemudian pergi memeriksakan diri ke sebuah klinik dokter umum pada 1 Maret dan ke Pioneer Polyclinic pada 4 Maret dan 6 Maret. Selanjutnya WNI tersebut dirujuk ke NUH pada 6 Maret dan dinyatakan positif Covid-19 di hari yang sama," demikian dikutip dari keterangan resmi KBRI Singapura.
Terpisah, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan dalam waktu dekat Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama para menteri akan menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas rencana pembangunan rumah sakit khusus penanganan virus SARS-CoV-2. Menurut rencana terakhir, rumah sakit itu akan dibangun di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.
"Terkait dengan pembangunan rumah sakit khusus untuk pasien yang terpapar virus corona) Pulau Galang ini memang pekan lalu sudah dibicarakan. Saya dengar Rabu (11/3) besok, 3 hari lagi akan dirataskan untuk dilaksanakan," kata Ngabalin.
Ia juga mewanti-wanti politisi agar tidak mencari panggung dari wabah virus corona (Covid-19) yang tengah melanda Indonesia. Ngabalin menegaskan pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah bekerja secara maksimal mengatasi wabah virus itu.
"Kita amit-amit. Tetapi pemerintah sudah bekerja, baik dari Departemen Kesehatan dan Luar Negeri," kata Ngabalin.
Ngabalin lalu meminta politisi untuk tidak menggunakan isu penyebaran virus untuk menaikkan pamor. Virus, lanjutnya, tak boleh dipolitisasi. "Memang kalau ditarik dalam dunia politik pasti berantakan, menurut saya, jangan sampai ada orang yang menggunakan isu ini untuk pencitraan," tegas dia.
Ngabalin mengamini politisi selalu bersuara agar terus diingat masyarakat. Namun, saat ini, pemerintah lebih butuh bantuan seluruh pihak untuk bekerja sama menangani kasus ini. "Ini masalah kita dan ancaman bangsa kita, Presiden sudah bilang jangan main-main," kata Ngabalin.
Sudah 3.097 Orang Meninggal
Otoritas China melaporkan 27 kematian baru akibat virus corona pada Minggu (8/3).Angka tersebut menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 3.097 orang hingga Minggu (8/3).
Menurut Komisi Kesehatan Nasional China, selain jumlah korban tewas, juga ada 44 kasus baru infeksi, sebagian besar di pusat virus di provinsi Hubei, menurut Dengan begitu kini jumlah kasus virus corona di China mencapai 80.695.
Pada sehari sebelumnya, Sabtu (7/3), otoritas kesehatan China melaporkan 1.678 pasien virus corona dinyatakan sembuh. Itu berarti 55.404 orang berhasil sembuh dari virus corona di China hingga Sabtu (7/3).
Otoritas China juga menjelaskan, secara nasional kasus infeksi virus corona pada tren menurun akhir-akhir ini di Negeri Tirai Bambu. Lebih lanjut dilaporkan total 311 penumpang yang tiba di ibukota Provinsi Gansu dari Iran dikarantina, demikian televisi lokal China melaporkan.
• Fakta Tentang Slender Man dan Boneka Chucky, Film yang Dihubungkan dengan Kasus Pembunuhan
Malaysia dan Vietnam
Di Malaysia ada enam kasus baru infeksi virus corona (COVID-19), pada Minggu (8/3). Total kasus positif COVID-19 menjadi 99 orang.
Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah, seperti dilansir dari Kantor Berita Malaysia, Bernama, Minggu (8/3). Dia mengatakan, semua kasus terdeteksi dan terisolasi untuk pengobatan lebih lanjut.
"Semua kasus baru yang dilaporkan hari ini terdiri dari kontak dekat dengan kasus 26," katanya dalam konferensi pers.
Dia mengatakan semua kasus terdeteksi ketika melakukan pelacakan kontak terhadap siapa-siapa saja pasien positif COVID-19 berhubungan dekat.
"Aktivitas pelacakan kontak dekat sedang dilakukan sampai penyebab infeksi ini dapat diidentifikasi," katanya.
Dari total kasus, dua dilaporkan membutuhkan bantuan pernapasan dan sedang dirawat di Unit Intensive Care.
Sementara itu, ia melaporkan ada 24 kasus positif ke-41 COVID-19 telah pulih dan diizinkan pulang dari rumah sakit Kuala Lumpur. Pada 8 Maret, katanya, total 567 sampel telah diuji dan sejauh ini tidak ada sampel yang terdeteksi positif untuk infeksi COVID-19.
Meskipun demikian ia berpesan agar masyarakat, menghindari pergi ke tempat yang ramai dan mengambil jarak setidaknya satu meter jauhnya ketika berhadapan dengan orang lain.
"Masyarakat juga diimbau tidak menyebarluaskan berita yang belum diverifikasi atau informasi hoaks yang berkaitan dengan COVID-19," katanya.
Noor Hisham juga mengatakan masyarakat harus menjaga tingkat kebersihan yang tinggi, seperti mencuci tangan dengan air dan sabun, atau sering menggunakan Hand sanitizer.
Masyarakat juga disarankan untuk menunda perjalanan ke luar negeri, terutama ke daerah atau kota yang telah dinyatakan sebagai daerah wabah COVID-19, seperti di Republik Rakyat China, Republik Korea, Jepang, Italia dan Iran.
Otoritas Kesehatan Vietnam juga melaporkan sembilan kasus baru infeksi virus corona, pada Minggu (8/3). Jumlah terus membuat kasus corona melonjak menjadi 29, dari 20 pada hari sebelumnya.
Kasus baru yang dikonfirmasi pada minggu itu termasuk delapan wisatawan asing yang baru tiba di Hanoi pada penerbangan Vietnam Airlines dari London pada Senin lalu. Demikian Kementerian Kesehatan mengatakan dalam sebuah pernyataan, Minggu (8/3).
Sebelumnya 16 kasus pertama di negara ini telah sembuh. Selain itu tidak ada kematian akibat virus corona ditemukan di Vietnam.
Kementerian Kesehatan Vietnam juga mengatakan 101 kasus yang dicurigai virus coroner telah dikarantina, sementara 23.228 yang lain sedang dipantau. (The Star/Channel News Asia/The Straits Times/Reuters/malau/tribunnetwork/cep/Tribun Network/gta/ham/den/wly/ang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/penasehat-menteri-luar-negeri-iran-meninggal-dunia-akibat-virus-corona.jpg)