Breaking News
Rabu, 27 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lantamal VIII Manado

Lantamal VIII Manado Gelar Sosialisasi Resusitasi Jantung Paru (CPR)

Dinas Kesehatan (Diskes) Lantamal VIII dan Rumkital dr Wahyu Slamet Bitung memberikan pelatihan dasar Ketika menghadapi situasi henti jantung

Tayang:
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Sosialisasi Latihan Resusitasi Jantung Paru (CPR) di Mako Lantamal VIII Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Maraknya korban meninggal secara mendadak/henti jantung, baik yang sedang melakukan aktivitas maupun sedang tidur ketika dibangunkan sudah tidak ada respon lagi.

Melihat fenomena itu Dinas Kesehatan (Diskes) Lantamal VIII dan Rumkital dr Wahyu Slamet Bitung memberikan pelatihan dasar Ketika menghadapi situasi di mana korban mengalami henti jantung mendadak, dengan memberikan serangkaian bantuan untuk menyelamatkan nyawa mereka.

Sosialisasi Latihan Resusitasi Jantung Paru (CPR) berlangsung di halaman Mako Lantamal VIII Manado, Kamis (5/3).

Dipimpin oleh Kadiskes Lantamal VIII Mayor Laut (K) drg. Suhartono, Sp.KG didampingi oleh Mayor Laut (K) dr. I Gede Sutaniyasa, Sp.An yang sehari-harinya menjabat sebagai Kasubbag Rumkital dr. Wahyu Slamet Bitung.

BREAKING NEWS Seorang Jenazah Wanita Ditemukan di Perkebunan Jagung Bolmut

Melibatkan Anggota Diskes Lantamal VIII dan anggota Rumkital dr Wahyu Slamet Bitung.

Dalam kegiatan tersebut, dijelaskan Pertolongan pertama yang cepat, khususnya penggunaan teknik resusitasi jantung paru (CPR) adalah faktor penting untuk meningkatkan peluang bertahan hidup dan pemulihan.

Pada kesempatan itu dibagikan tips dan cara dalam membantu korban yang mengalami henti jantung mendadak.

Sebelum menolong korban, pastikan lingkungan sekitar aman untuk Anda maupun orang lain.

Dua Pasien Terduga Corona Diisolasi di Ruang Isolasi RSUP Kandou, dr Hanry: Diharapkan Negatif

Jangan dekati korban bila melihat bahaya, seperti kabel listrik yang menjuntai, percikan api, longsoran batu, dan lainnya.

Cek respons atau kesadaran korban. Jika tingkat kesadaran korban menurun, tepuklah bahunya.

Jika korban masih tidak merespons, mintalah bantuan orang sekitar untuk menelepon ambulans, mengambilkan kotak P3K, dan alat Automated External Defibrillator (AED).

Kini Jadi Pengusaha, Veronica Tan Merasa Hidup Ini Lucu: Kalau Tak Suka Bisnisnya, Jangan Dikerjakan

Sembari menunggu bantuan, lanjutkan dengan mengecek napas korban selama 5-10 detik.

Jika tidak bernapas segera lalukan resusitasi jantung dan paru atau CPR dengan kompresi dada.

Agar kompresi dada efektif, korban harus dalam posisi terlentang pada permukaan yang rata dan keras.

Setelah memberikan 30 kali kompresi dada, buka jalan napas dengan metode head tilt - chin lift.

Wali Kota dan Panitia Hari Ulang Tahun Audiensi dengan Sinode GMIM

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved