Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Yakini COVID-19 Mutasi dari MERS dan SARS, BPPT Sebut Kecerdasan Buatan Bisa Deteksi

Kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) bisa mendeteksi mutasi virus corona di waktu mendatang.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
geralt/pixabay
Ilustrasi kecerdasan buatan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) bisa mendeteksi mutasi virus corona di waktu mendatang.

Hal itu sebagaimana yang dikatakan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT) Hammam Riza mengatakan, 

Dia meyakini, virus corona yang menyebar ke beberapa negara termasuk Indonesia merupakan mutasi dari virus-virus sebelumnya, seperti SARS dan MERS yang kehadirannya juga menggemparkan.

"Yang saya yakini virus corona ini dia bermutasi, ini kita perkirakan (ke depan) akan bermutasi (lagi)."

"Corona sekarang ini hasil mutasi mungkin dari virus sebelumnya, ada SARS, flu MERS, dan sebagainya," kata Hammam di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Hammam menuturkan, pendeteksian mutasi virus bukan tidak mungkin membuat sebuah negara mampu mencegah virus sebelum tersebar dan datang kembali.

Dia kemudian mencontohkan saat BPPT mencoba memasukkan data-data tentang informasi cuaca dalam kurun waktu 10 tahun untuk mendeteksi kebakaran hutan.

Data yang didapatnya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG) itu mampu mendeteksi titik-titik api akibat kebakaran hutan di berbagai daerah.

"Sistemnya jadi pintar. Jadi berdasarkan data-data yang telah ada sebelumnya, misalnya ternyata di bulan April akan muncul 200 titik api di daerah sebagai berikut (jadi bisa antisipasi)," ungkap Hammam.

Sehingga bukan tidak mungkin, mutasi virus corona ke depan akan mudah diketahui dengan menggunakan kecerdasan buatan.

"Ke depan mungkin bisa diprediksi dengan pembelajaran mesin deep learning itu dimasukkan data-data virus seperti historical,"

Sayangnya hingga saat ini, BPPT belum bisa mengumpulkan data tentang virus-virus tersebut. Kendati demikian, pihaknya tidak menutup pintu bila lembaga yang mempelajari tentang virus mengajak kolaborasi.

"Kita belum bisa kumpulkan. Tapi BPPT siap berkolaborasi. Karena kalau kami (mau) membangun sistem AI pasti perlu data. Kalau data cuaca minta ke BMKG. Kalau virus mintanya ke lembaga terkait, seperti Litbang Kemenkes," pungkasnya. (KOMPAS.COM)

Manfaat Temulawak, Bisa Tangkal Virus Corona?

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan menegaskan pada umumnya virus corona tidak menyerang bila daya tahan tubuh sedang baik.

Menurutnya tidak semua yang berkontak penderita Covid-19 bisa terjangkit.

Hal itu juga tergantung pada imunitas atau daya tahan tubuh.

Oleh karena itu ia menghimbau agar masyarakat menjaga imunitas atau daya tahan tubuh.

Ada banyak cara untuk menjaga sistem imunitas tubuh.

Seperti menerapkan pola hidup sehat dan menghindari kontak dengan orang yang sakit dan mengkonsumsi makanan-makanan sehat.

Rupanya untuk mengcegah terjangkit wabah virus corona Anda juga bisa mengkonsumsi bahan-bahan alami dan herbal.

Dikutip dari kompas.com, hal itu disampaikan oleh Prof Dr drh Chaerul Anwar Nidom.

Menurutnya, pada dasarnya virus corona atau Covid-19 tergolong pada kelas influenza.

Virus corona dibagi menjadi dua macam, yaitu low pathogenic dan high pathogenic.

Menurutnya virus corona sulit menginfeksi masyarakat Indonesia karena kabiasaan mengkonsumsi minuman dan makanan herbal.

Adapun munuman atau makanan herbal itu adalah tumbuhan empon-empon.

Seperti temulawak, jahe, sereh, kunyit dan sejenisnya.

Dikutip tribunjabar dari instisari, empon-empon atau bahan herbal itu memiliki sifat obat antiradang.

Oleh karena itu menurutnya virus corona atau Covid-19 dapat dicegah dengan Curcumin.

Formula pada Curcumin mampu mencegah dan menangkal virus corona.

Menurutnya formula Curcumin tidak jauh berbeda dengan penggunaan bahan herbal sehari-hari.

Lantas seperti apa manfaat temulawak bagi tubuh untuk menjaga imunitas dan mencegah virus corona?

Seperti diketahui temulawak bahan herbal yang mengandung kurkuminoid.

Tak hanya itu, temulawak juga mengandung minyak atsiri, pati, protein, hingga kaya akan mineral.

Terdapat tiga zat aktif yang terkandung dalam temulawak, di antaranya:

- Germakron yaitu antiradang;

- PP-toluilmetillkarbinol dan seskuiterpen d-kamper, untuk meningkatkan produksi dan empedu;

- Tumeron yaitu berperan sebagai antimikroba.

Demikian antimikroba inilah juga yang akan mencegah injeksi mikroba seperti virus dan sebagainya.

Ada banyak manfaat dan khasiat dari mengkonsumsi temulawak.

Manfaat Temulawak

1. Mengatasi masalah pencernaan

Temulawak dapat merangsang produksi carian empedu.

Hal inilah membantu pencernaan dan metabolisme makanan dalam tubuh.

Tak hanya itu ia juga mengatasi perut kembung hingga meningkatkan nafsu makan.

2. Mengatasi masalah pada sendi

Berikutnya manfaat temulawak juga dapat mengatasi osteoarthritis, atau penyakit sendi.

Seperti yang sudah dijelaskan temulawak mengandung senyawa antiradang.

Oleh karena itu senyawa tersebut juga mengatasi peradangan di dalam tubuh.

3. Membantu pengobatan kanker

Para ahli juga percaya manfaat dan khasiat temulawak dapat membantu pengobatan kanker.

Terutama kanker prostat, kanker payudara hingga kanker usus.

4. Antimikroba

Temulawak mengandung senyawa antimikrobam antibaketeri dan antijamur.

Kandungan antimikroba itulah cukup efektif membasmi bakteri semisal Staphylococcus dan Salmonella.

5. Antispasmodik

Minyak Curcumin dalam temulawak terkandung antispasmodik.

Senyawa antispasmodik merupakan golongan obat yang dapat merelaksasi otot.

Tak hanya itu, antispasmodik ini juga mengatasi gangguan yang terjadi di usus besar.

Seperti sakit perut, kembung, diare, kram perut hingga sembelit.(*)

Fuad Bawazier Soroti Beda Ucapan Anies Baswedan dan Terawan Soal COVID-19: Masalah Lain Jadi Ruwet

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPPT: Kecerdasan Buatan Bisa Deteksi Mutasi Virus Corona".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved