Virus Corona Sebabkan Harga Gula Tinggi, Ini Penjelasannya
Kehadiran virus corona sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia termasuk harga gula yang masih tinggi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Hingga kini harga gula di pasaran masih tinggi.
Data pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mengungkapkan harga rata-rata gula hingga Rabu (4/3/2020) mencapai 15.350 per kg.
Harga ini di atas harga acuan penjualan di tingkat konsumen yang mencapai Rp 12.500 per kg.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto menjelaskan, kenaikan harga gula ini merupakan imbas dari virus corona.
Pasalnya, karena ada wabah corona terdapat pihak yang akhirnya menahan pasokan yang dimiliki.
"Isu corona itu mempengaruhi bukan hanya gula tetapi juga bawang putih, sehingga pihak-pihak tidak bertanggung jawab menahan pasokan," ujar dia, Rabu (4/3/2020).
Menurut Suhanto, stok gula di akhir tahun sekitar 490.000 ton.
Angka ini seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi hingga Februari 2020.
Karena itulah, Kemendag pun meminta importir untuk mengeluarkan pasokan yang dimiliki.
Setelah dilakukan pemeriksaan pun, Kemendag menemukan bahwa penahanan stok tersebut pun diakibatkan adanya kekhawatiran tidak bisanya dilakukan impor akibat corona.
Padahal, impor tetap berjalan, kecuali untuk hewan hidup.
Suhanto mengakui, produksi gula tahun ini masih belum mencukupi kebutuhan karena pengaruh kemarau berkepanjangan di 2019.
Karena itu, pemerintah pun sudah memutuskan untuk mengimpor raw sugar sebesar 438.802 ton untuk diolah menjadi gula konsumsi.
Impor tersebut diharapkan bisa memenuhi pasar hingga musim giling gula di tahun ini bisa berlangsung.(*)
Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul Imbas penyebaran virus corona bikin harga gula melejit.