Warga Bitung Diduga Terpapar Corona
Kota Bitung Alami Kelangkaan Masker, Berikut Solusi Dinas Kesehatan!
Keberadaan Masker di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) langka.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID - Keberadaan Masker di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) langka.
Sejumlah warga yang akan mencari dan memakainya, kesulitan mendapatinya saat pergi ke sejumlah apotek.
Seperti yang dilakukan Yani M warga Sagerat Kecamatan Matuari, sudah keliling di empat apotek tak kunjung dapat.
"Saya heran, di negara luar masker dibagi-bagi cuma-cuma alias gratis.
Sementara disini sangat sulit didapat," keluh Yani Rabu (4/3/2020).
Sambil menggunakan kendaraan roda dua, berkeliling mencari masker namun tak kunjung dapat.
Mencari masker digunakan untuk dipakai, sebagai bentuk mematuhi imbauan pemerintah terkait pencegahan dan pengendalian virus Corona yang sudah ada di Indonesia.
Sementara itu Riko warga Manembo-Nembo, mendapati masker namun dengan harga yang jauh lebih mahal.
"Biasa per satu masker di jual rp 1.000, tapi sekarang sampai Rp 5 ribu," kata Riko.
Untuk mendapati masker disebuah apotik di dekat rumah sakut Manembo-Nembo, hanya dibatasi minimal 5 masker tidak bisa beli banyak-banyak.
Disebuah apotik yang ada di Kecamatan Girian, sudah sebulan lamanya stok masker kosong.
Pingkan R pemilik Apotik menjelaskan, kekosongan stok masker sudah diupayakan dengan memesan ke distributor namun hasil juga kosong.
"Memang untuk masker, setelah ada virus Corona banyak yang mencari dan alami lonjakan dari penjualan sebelumnya," jelas Pingkan.
Dari hitung-hitungan lonjakan orang mencari masker mencapai 85 persen, sempat ada lonjakan baru stok kosong.
Biasanya di apotiknya, menstok 15 - 20 box per bulan. Pasca heboh virus Corona, per bulan hanya bisa menstok untuk dua minggu untuk penjualan eceran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/daerah-ini-alami-kelangkaan-masker-berikut-solusi-dinas-kesehatan.jpg)