Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Tewas: Kasus Kematian Corona Pertama di Australia

Virus corona terus menjalar ke seluruh penjuru dunia dan merenggut beberapa nyawa. Di Australia, pejabat kesehatan Australia

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
(Behrouz MEHRI/AFP)
Dua bus tiba di sebelah kapal pesiar Diamond Princess, dengan orang-orang dikarantina di dalam kapal karena kekhawatiran akan coronavirus baru, di Daikaku Pier Cruise Terminal di pelabuhan Yokohama Jepang pada 16 Februari 2020. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Virus corona terus menjalar ke seluruh penjuru dunia dan merenggut beberapa nyawa. Di Australia, pejabat kesehatan Australia melaporkan kematian pertama pasien virus corona pada Minggu (1/3). Pria berusia 78 tahun ini meninggal di Perth pada Minggu pagi. Pria tersebut dikarantina setelah evakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess.

5 Artis yang Terseret Kasus Pembobolan Kartu Kredit, dari Gisel, Jedar hingga Awkarin

Selain pria tadi, ada 150 warga Australia yang juga dievakuasi dari kapal pesiar yang bersandar di Yokohama, Jepang. Andrew Robertson, Chief Health Officer Australia Barat mengatakan, istri pria tersebut juga terinfeksi virus tapi dalam kondisi stabil.

Hingga Minggu pukul 8.53 WIB, Australia mencatat 25 kasus virus corona. Tapi, Australia mencatat pemulihan empat orang di New South Wales, empat orang di Victoria, dua orang di Australia Selatan, dan satu orang di Queensland.

Sebelumnya Selandia Baru juga telah mengumumkan kasus pertama corona di negeri tersebut, Jumat (28/2). Virus itu menginfeksi seorang wanita berusia 60 tahun yang pulang dari Iran. Namun, dalam perjalanannya dari Iran ke Selandia Baru, ternyata ia sempat transit via Bali. Menurut BBC, ia terbang melalui maskapai Emirates dari Bali ke Auckland.

"Pejabat setempat telah menyampaikan pengumuman bagi penumpang yang mengambil penerbangan itu pada Rabu (26/2) untuk mengontak otoritas setempat," tulis BBC. Saat ini pasien corona itu dirawat di rumah sakit Auckland. Kondisinya juga dikabarkan stabil.

Penyebaran virus corona semakin masif. Hingga kini sudah ada 54 negara yang terkonfirmasi terjangkit penyakit ini. Menteri Kesehatan Malaysia mengkonfirmasi tiga kasus baru virus corona, di mana salah satu di antaranya pernah ke Jepang dan Indonesia.

Mengutip CNN Indonesia, Sabtu (29/2) pemerintah Malaysia juga memastikan ada 25 kasus virus corona. Tiga pasien masih diisolasi, dan sisanya telah sembuh.

Direktur Kesehatan umum Malaysia, Datuk Noor Hisham Abdullah mengatakan, untuk kasus yang ke-23 adalah seorang perempuan Malaysia berusia 53 tahun. Dia baru saja kembali dari perjalanan ke Jepang, dan dinyatakan positif pada 27 Februari.

Sementara untuk kasus ke-24 adalah perempuan berkebangsaan Jepang berusia 41 tahun yang bekerja di Malaysia. Sebelumnya dia bepergian ke Jepang pada Januari dan ke Indonesia pada awal Februari.

INFO BMKG Prakiraan Cuaca di 33 Kota Besar Besok, Senin 2 Maret 2020, Akan Ada Hujan Petir

"Pasien memiliki gejala demam dan menerima perawatan pada 17 Februari dan dikonfirmasi positif pada 27 Februari. Saat ini dia sedang diisolasi di RS Kuala Lumpur," jelasnya.
Kemudian korban ke-25 merupakan warga Italia berusia 54 tahun yang menikah dengan warga Malaysia dan tinggal di Malaysia. Dia pergi ke Italia pada pertengahan Februari.

Akibat melonjaknya kasus di Malaysia, pada Jumat (28/2), Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau penundaan perjalanan ke Jepang, Korea Selatan, Italia, dan Iran menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di negara-negara tersebut.

Otoritas kesehatan juga mengumumkan larangan masuk sementara kepada orang asing yang pernah mendatangi Kota Daegu dan daerah Cheongdo di Korea Selatan. Pelarangan ini juga diberlakukan kepada pengunjung transit di Malaysia.

Noor Hisham menyebut, pelarangan masuk tak berlaku untuk seluruh warga Korea Selatan dan hanya diberlakukan kepada pengunjung dari kedua daerah di Negeri Ginseng tersebut.

Dan untuk warga negara, penduduk tetap, dan mereka yang memegang izin kunjungan sosial jangka panjang atau kartu pelajar Malaysia yang pernah berada di kota Daegu dan wilayah Cheongdo, harus melewati karantina selama 14 hari sebelum masuk ke Malaysia.

Bayi 45 Hari Positif

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved