Makan Bergizi dan Pakai Masker: Cara Hindari Corona
Dr Moh Adib Khumaidi S, POT, dari Ikatan Dokter Indonesia yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia mengatakan
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dr Moh Adib Khumaidi S, POT, dari Ikatan Dokter Indonesia yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia mengatakan, mengenai iklim di indonesia yang katanya tak bisa buat virus corona, saya kira itu masih dalam bentuk asumsi bukan sebuah bentuk penelitian, karena thailand yang memiliki iklim sama dengan Indonesia juga ternyata ada yang positif.
• Kota Manado Clear Virus Corona
Jadi gini namanya kalau virus ya dia melemah. Nah, melemahnya itu kemudian tidak memberikan dampak klinis kalau umpamanya tubuh kita bisa melawan virus itu sendiri.
Karena pada prinsipnya penyakit virus itu self imitid disis (cek lagi) jadi tergantung daya tahan tubuh kita.
Kalaupun ada obat anti virus memang banyak, tapi khsusus untuk covid 19 (corona) memang belum ditemukan termasuk vaksinya belum ditemukan virusnya juga baru.
Tapi yang paling utama buat kita masyarakat tetap tenang tapi tetap waspada kewaspadaan yang paling penting menjaga kesehatan dan kebersihan membiasakan cuci tangan kemudian, makan makanan bergizi pakai hand sanitizer.
Sampai rumah cuci tangan cuci kaki. Nah hal seperti itu yang harus kita lakukan. Kalaupun kita berada dalam satu lokasi yang berkumpul banyak massa maka memang kita sarankan memakai masker.
Tukang Kebun Juga Diduga Corona
Seorang tukang kebun di rumah ibu dan anak warga Depok diperiksa terkait kasus corona di Sukmajaya dijemput petugas Dinas Kesehatan Kota Depok. Ibu dan anak berinisial MD (64) dan NT (31) sejak 1 Maret 2020 sudah dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
Data yang dihimpun wartawan Tribun tukang kebun berinisial SO tersebut dijemput pada Senin (2/3) sekira pukul 15.00 WIB. Dia dijemput dua ambulans Dinas Kesehatan Kota Depok ke RSPI Sulianti Saroso.
• Ibu dan Anak di Depok Positif Virus Corona, Banyak Warga Manado Buru Masker
Kapolsek Sukmajaya AKP Ibrahim Sadjab membenarkan penjemputan SO yang belum diketahui apakah juga terjangkit virus corona. "Satu orang tukang kebunnya. Dibawa ke rumah sakit di Jakarta," ucap Ibrahim di Sukmajaya.
"Tiga-tiganya untuk mencegah penyebaran (virus corona, red)," sambung Ibrahim.
Tak lama dua ambulans Dinas Kesehatan Kota Depok pergi, personel Polsek Sukmajaya memasang garis polisi. Garis polisi dipasang 20 meter dari kediaman sesuai pertimbangan petugas Dinas Kesehatan Kota Depok.
"Jadi tujuan digaris polisi jangan sampai ada rekan-rekan atau teman-teman lain yang ingin tahu melewati ini. Posisi rumah sekarang diisolasi," ujarnya.
Pantauan wartawan Tribun hingga pukul 17.12 WIB aktivitas warga di perumahan tempat kedua korban tampak normal. Ketua RT setempat Teguh Prawiro mengatakan kedua warganya ibu dan anak hingga kini masih menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso.
"Masih dalam penanganan, yang saya tahu kondisinya baik. Penanganan yang didapati bagus," tutur Teguh. Warung yang berada sekitar 50 meter dari lokasi pun masih tampak beroperasi seolah tak khawatir ikut terkena.
Empat mobil milik penghuni hingga sore ini terparkir di garasi yang ikut dibatasi menggunakan bentangan garis polisi. Wali Kota Depok Mohammad Idris mengakui keluarga korban positif virus corona di Depok masih belum bisa terbuka, sehingga pihaknya masih sulit mencari informasi mendalam.
"Soal sterilisasi, kami kesana dan belum mendapat keterbukaan informasi dari pihak keluarganya," kata Idris.
Terkait langkah sterilisasi di kediaman korban, Idris mengatakan pihaknya masih melihat gejala dan indikasi yang ada. "Nanti kami lihat indikasi atau gejala-gejalanya dulu. Ini perumahan masalahnya ya," bebernya.
"Saya sendiri belum cek ke camatnya. Setahu saya warga perumahan ini eksklusif," pungkasnya.
Terpisah, Dinas Kesehatan Kota Tangerang memantau perkembangan 17 warganya soal perkembangan virus corona. Hal tersebut lantaran, ke-17 warga Tangerang tersebut baru saja pulang dari negara yang sudah terpapar virus corona.
"Dia baru pulang dari negara terjangkit dalam kurun waktu 14 hari ke belakang. Ini masuk kategori pemantauan, 17 kasus," kata Kadinkes Kota Tangerang, Liza Puspadewi.
Namun, ia menjelaskan dari 17 orang itu tidak ada yang positif terpapar virus corona. Menurut Liza, 17 orang tersebut terhitung datang dari negara terpapar Virus Corona sejak bulan Januari sampai per tanggal 2 Maret 2020.
• Begini Pesan Ketua Bhayangkari Polres Minahasa Usai Family Gethering
"Tidak bergejala dan dia hanya datang dari negara-negara terjangkit dan hasilnya semua sudah sehat," ujarnya. Liza mengatakan, 17 warga Kota Tangerang yang saat ini dalam status pemantauan tersebut pulang dari negara-negara terjangkit seperti Korea Selatan, China dan Taiwan.
Data tersebut, lanjut dia, diperoleh dari pengawasan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta dan data dikirim ke Dinas Kesehatan tempat WNI berasal. "Kalau dia masuk dalam pengawasan dia langsung ke RSPI Sulianti Saroso, kalau dia masuk kategori pemantauan dia akan di cross notifikasi ke dinkes yang berhubungan," kata Liza.
Pihak PT MRT Jakarta membuat kebijakan ihwal mencegah virus corona covid-19. "Terkait upaya mendukung pencegahan penyebaran virus corona covid-19 di Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah melakukan dan mengeluarkan kebijakan terkait," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin.
Salah satu poinnya adalah bagi penumpang yang sedang panas tinggi dan demam dilarang menaiki MRT. Berikut 8 kebijakan dari PT MRT Jakarta yang meliputi:
1. Sosialisasi kewaspadaan Novel Coronavirus melalui media sosial telah disebarkan melalui media sosial resmi MRT Jakarta, sejak 31 Januari 2020.
2. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI telah dilakukan pertemuan antara Direktur Operasi dan Pemeliharaan. Bersama Kepala Dinas Kesehatan pada 12 Februari 2020 dan koordinasi rutin setelah pertemuan tersebut.
3. Menempatkan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di titik-titik ramai penumpang pada 13 stasiun MRT Jakarta.
4. Meningkatkan pembersihan secara intensif dan berkala pada stasiun dan kereta MRT Jakarta, dengan metode khusus yang dipertimbangkan dapat mencegah potensi penyebaran virus.
5. Pelaksanaan edukasi publik melalui bincang-bincang (talk show) dengan tema “Pentingnya Hand Hygiene Dalam Pencegahan Virus”.
6. Secara paralel, manajemen PT MRT Jakarta (Perseroda) menerbitkan Peraturan Direksi khusus untuk perkuatan langkah-langkah dan prosedur penanganan pencegahan penyebaran virus corona covid-19.
7. Edukasi publik ke penumpang secara berkelanjutan untuk pencegahan penularan virus corona, dalam bentuk materi cetak dan digital di stasiun, serta melalui e-poster di akun sosial media MRT Jakarta.
8. Staf Stasiun MRT Jakarta akan menerapkan pemeriksaan suhu badan penumpang yang akan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat. "Pemeriksaan akan dilakukan di setiap area pintu masuk stasiun," kata Kamaluddin.
Bagi penumpang yang menunjukkan gejala demam tinggi, tidak diperbolehkan masuk ke area stasiun MRT Jakarta. "Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI membuka layanan telepon Hotline Virus Corona di 021-5210411 dan 0812 1212 3119 dan melalui Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta di 0813 8837 6955," jelas dia.
Pihak MRT Jakarta juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kesehatan. "Mari tingkatkan personal hygiene kita dengan cuci tangan menggunakan air dan sabun, maupun hand sanitizer lima kali dalam sehari," ucap dia. (Tribun Network/riz/bim/ega/wly/aphia)
Gejala Infeksi Corona dari Hari ke Hari
Hari 1 sampai dengan hari ke- 3
- Gejalanya mirip dengan masuk angin
- Sakit tenggorokan ringan, sedikit sakit
- Tidak demam. Tidak lelah. Masih makan dan minum secara normal
Hari ke-4
- Sakit tenggorokan sedikit, mabuk badan.
- Mulai suara serak.
- Suhu tubuh berkisar antara 36,5 ~ (tergantung orang)
- Mulai anoreksia.
- Sakit kepala ringan
- Diare ringan
Hari ke 5
- Sakit tenggorokan, suara serak
- Tubuh panas ringan. Suhu dari 36,5 ~ 36,7
- Tubuh lelah, merasakan nyeri pada persendian
Tahap ini sulit dikenali sebagai infeksi dingin atau koroner
Hari ke-6
- Mulai demam ringan, sekitar 37
- Batuk dengan lendir atau batuk kering
- Sakit tenggorokan saat makan, berbicara atau menelan
- Kelelahan, mual
- Sesekali sulit bernafas
- Kembali, jari sakit yang teduh
- Diare, bisa muntah
Hari ke 7
- Demam lebih tinggi dari 37,4 ~ 37,8
- Batuk lebih banyak, dahak lebih.
- Nyeri dan nyeri tubuh. Kepala berbobot seperti batu
- Frekuensi nafas pendek tetap sama.
- Lebih banyak diare
- Muntah
Hari ke-8
- Demam di dekat level 38 atau di atas 38
- Napas sulit, setiap kali bernapas dada terasa berat. Mengeruntukan
- Batuk terus menerus, banyak bicara, bisu
- Sakit kepala, nyeri sendi, sakit punggung ...
Hari ke-9
- Gejala tidak berubah tetapi bertambah buruk.
- Demam berantakan
- Batuk tidak mereda tetapi lebih buruk dari sebelumnya.
- Meski sudah berusaha, Anda masih kesulitan bernapas.
Pada saat ini, tes darah dan rontgen paru-paru harus diambil untuk diperiksa. (tribun network)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/makanan-sehat.jpg)