NEWS
Golongan Usia yang Lebih Rentan Terjangkit Virus Corona hingga Meninggal
Saat ini, para peneliti berpikir bahwa 5-40 kasus virus corona dalam 1.000 kasus akan berujung pada kematian
Penyebaran virus corona pun semakin membuat banyak orang membeli dan menimbun masker.
Namun, apakah penggunaan masker benar-benar efektif untuk mencegah virus Covid-19 tersebut?
Jawabannya adalah tidak.
Spesialis pencegahan infeksi sekaligus profesor kedokteran dan epidemiologi di Fakultas Kedokteran Iowa University, Eli Perencevich, memberikan penjelasannya.
Dilansir Forbes.com, Perencevich menerangkan, seseorang tidak perlu memakai masker.
• 50 Orang Terindikasi Virus Corona Usai Interaksi dengan 2 WNI yang Positif, Diantaranya Perawat
Bahkan, jika ada kasus virus corona di sekitarnya, seseorang tetap tak perlu menggunakan masker.
"Anda tidak perlu memakai masker bedah, masker N95, masker respirator, atau apa pun untuk melindungi diri Anda dari virus corona. Anda bukan hanya tidak membutuhkannya, tetapi juga tidak boleh memakainya," ujar Perencevich.
Perencevich menegaskan, orang sehat tidak perlu memakai masker.
Tidak ada bukti bahwa orang sehat yang memakai masker benar-benar terlindung dari virus corona.
Sebaliknya, penggunaan masker justru dapat meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19 dalam kondisi tertentu.
"Mereka memakainya secara salah, dan itu dapat meningkatkan risiko infeksi karena mereka lebih sering menyentuh wajah mereka," terangnya.
Pakailah Masker Hanya Jika Anda Sakit
Virus Corona ditularkan melalui tetesan, bukan udara.
Itu berarti, masker bedah standar yang biasa digunakan tidak akan membantu.
Masker dirancang untuk menjaga agar tetesan atau percikan tetap masuk, bukan untuk mencegahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kontak-langsung-seperti-ini-yang-berisiko-tertular-virus-corona.jpg)