Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bapa Suci Terkena Corona Hoaks: Italia Tunda Laga Serie A

Dalam sepekan belakangan, Paus Fransiskus terpaksa membatalkan pertemuan resminya tiga kali berturut-turut.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
AFP
Paus Fransiskus melambaikan tangan kepada umat di Lapangan Santo Petrus Vatikan, Minggu (1/3/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ROMA - Dalam sepekan belakangan, Paus Fransiskus terpaksa membatalkan pertemuan resminya tiga kali berturut-turut. Pembatalan pertemuan itu terpaksa dilakukan lantaran otoritas tertinggi umat Katolik dunia itu masih menderita demam.

Gemuruh Klabat ‘Hipnotis’ Boaz Cs

APNews menyebut bahwa Paus Fransiskus belum pernah membatalkan begitu banyak pertemuan resmi dalam 7 tahun jabatannya sebagai Paus. ”Paus berusia 83 tahun ini kehilangan bagian dari paru-parunya saat ia masih muda. Dan dia tidak pernah membatalkan begitu banyak pertemuan atau acara 7 tahun belakangan,” seperti dikutip dari AP, Minggu, (1/3).

Biasanya Paus Fransiskus mengerjakan tugasnya dari kediamannya di Hotel Santa Marta, Vatikan. Di tempat itu ia biasa menerima kunjungan atau orang-orang secara privat. Sabtu (29/2) lalu Paus Fransiskus dijadwalkan bertemu dengan kepala Keuskupan Vatikan, Duta Besar Vatikan untuk Lebanon dan Prancis, serta Uskup Agung Ukraina.

Sedangkan pertemuan yang dibatalkan adalah pertemuan formal di Istana Kepausan, di mana Paus Fransikus akan memberikan pidato dan menyapa sejumlah besar pengunjung. Termasuk audiensi dengan organisasi bio etik internasional, dan anggota dari organisasi penuh skandal, Legion of Christ Religous Order. Minggu (1/3) kemarin Paus Fransiskus dijadwalkan bersama dengan para birokrat tahta suci Vatikan melakukan retret tahunan di kawasan pedesaan pinggiran Roma.

Paus Fransiskus sendiri terakhir kali terlihat di depan publik pada Hari Rabu Abu. Saat itu ia nampak batuk dan bersin saat Misa. Keesokan harinya, ia membatalkan misa dengan para pastur di Roma dan hari Jumat, ia juga batal beraudiensi pada acara Konferensi Vatikan.

Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan.
Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan. (AFP)

Otoritas Vatikan sendiri belum memberi keterangan tentang penyakit yang diderita Paus Fransiskus. Mereka hanya menyatakan sang Paus sedikit "tidak enak badan". Pernyataan ini sekaligus membantah kabar bahwa Paus dan dua ajudannya positif terjangkit virus corona.

Kabar Paus Fransiskus terjangkit corona ini pertama kali disebarkan oleh media bernama MCM News dengan judul "Vatikan konfirmasi Paus Fransiskus dan dua ajudannya positif virus corona", tertanggal Minggu (1/3).

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Tewas: Kasus Kematian Corona Pertama di Australia

Berita MCM News itu telah dibagikan ribuan orang dan dikutip oleh berbagai media, yang kemudian meralatnya setelah tahu hoaks.
Kantor berita Inggris, Reuters, mengutip juru bicara Vatikan Matteo Bruni menyebut Paus Fransiskus hanya menderita sakit ringan. Bruni juga membantah berbagai spekulasi soal penyakit Paus. Dia mengatakan "tidak ada bukti diagnosa apapun kecuali sakit ringan".

Dalam sepekan belakangan virus corona memang tengah merebak di Italia. Dilaporkan ada 1.128 orang yang diduga terjangkit virus mematikan ini, kebanyakan di Italia bagian Utara. Italia juga masuk dalam daftar negara yang dilarang masuk ke Arab Saudi, pada Kamis kemarin.

Merebaknya virus corona bahkan membuat Pemerintah Italia memutuskan untuk menutup sekolah dan universitas di tiga wilayah Italia Utara yang terdampak virus corona (Covid-19). Langkah itu merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menahan penyebaran virus tersebut lebih luas lagi. Pemerintah Italia menyebutkan penutupan itu perlu dilakukan hingga 8 Maret mendatang. Namun demikian, museum, teater dan bioskop yang juga telah ditutup sejak pekan lalu kemungkinan besar akan segera dibuka.

Tak hanya penutupan sekolah dan beberapa fasilitas publik, Pemerintah Italia juga memutuskan menunda pertandingan sepak bola di Negeri Pizza itu. Lima laga Serie A pekan ke-26 resmi ditunda karena kekhawatiran penyebaran virus corona (COVID-19) di Italia utara.

Laga terdampak yaitu Juventus vs Inter Milan, Udinese vs Fiorentina, AC Milan vs Genoa, Parma vs SPAL, dan Sassuolo vs Brescia, yang masing-masing semula akan dimainkan pada Minggu, 1 Maret 2020.

5 Artis yang Terseret Kasus Pembobolan Kartu Kredit, dari Gisel, Jedar hingga Awkarin

Keputusan penundaan jadwal tersebut diumumkan oleh Serie A pada Sabtu (29/2) pagi waktu Italia. Serie A juga telah menjadwalkan kembali laga-laga tersebut yaitu hingga tanggal 13 Mei 2020 mendatang sebagaimana diwartakan BBC.

Penundaan jadwal itu berdampak pada laga final Coppa Italia yang juga dihelat pada tanggal yang sama. Akibatnya, jadwal final Coppa Italia terpaksa 'digeser' sepekan tepatnya pada tanggal 20 Mei 2020. (tribunnews/dod/ria)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved