Foto Satelit
FOTO Luar Biasa Daratan China Dari Satelit NASA Setelah Virus Corona Menyebar
Gambar-gambar satelit yang luar biasa menunjukkan bagaimana polusi telah membersihkan China secara signifikan karena wabah virus corona.
Nitrogen dioksida adalah gas berbahaya yang dilepaskan selama pembakaran bahan bakar dan dipancarkan oleh mobil, pembangkit listrik dan fasilitas industri.
Itu terbentuk ketika bahan bakar fosil seperti batu bara, gas atau diesel dibakar pada suhu tinggi dan dapat menyebabkan berbagai efek berbahaya pada paru-paru.
Nitrogen dioksida juga dapat meningkatkan peradangan pada saluran udara dan risiko serangan asma yang lebih besar.
Peneliti kualitas udara di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard Space NASA Fei Liu mengatakan: "Ini adalah pertama kalinya saya melihat penurunan dramatis di area seluas itu untuk acara tertentu."
Penurunan nitrogen dioksida juga bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek di seluruh China di mana bisnis tutup dari minggu terakhir Januari hingga awal Februari untuk merayakan festival.
Tetapi Liu menambahkan bagaimana tingkat pengurangan lebih signifikan tahun ini karena telah bertahan lebih lama dan belum ada peningkatan nitrogen dioksida setelah Tahun Baru Imlek.
Enam peta tambahan yang berfokus pada Wuhan mengungkapkan konsentrasi nitrogen dioksida selama tiga periode termasuk sebelum Tahun Baru Imlek, selama perayaan dan setelah perayaan pada 2019 dan 2020.
Sementara ada penurunan drastis dalam tingkat nitrogen dioksida dalam 12 bulan, ilmuwan NASA Barry Lefer menambahkan bagaimana peraturan lingkungan baru yang ditegakkan oleh otoritas Cina selama beberapa tahun terakhir telah berkontribusi, menurut Fox News.
Polusi di China
Sebelumnya diberitakan, kondisi udara yang tercemar membuat tingkat polusi di China mengalami kenaikan.
Konsentrasi rata-rata partikel udara PM 2.5 yang ada di China naik 5,2 persen pada Januari-Februari 2019.
Dilansir dari Reuters, berdasarkan survei Kementerian Ekologi dan Lingkungan, naiknya polusi udara PM 2.5 ditandai dengan kondisi konsentrasi partikel udara di China, yakni 61 mikrogram per meter kubik.
Selain itu, dari 337 kota di China, tercatat sebanyak 83 kota saja yang mencapai standar nasional konsentrasi udara sebesar 35 mikrogram.
Sementara itu, tingkat polusi PM 2.5 yang terjadi di 28 kota di wilayah pengendalian pencemaran utama Beijing-Tianjin-Hebei mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Angkanya naik sebesar 24 persen menjadi rata-rata 108 mikrogram per meter kubik selama Januari-Februari 2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/polusi-di-china-benar-benar-bersih-setelah-wabah-virus-corona-24624.jpg)