NEWS
Kewaspadan Virus Corona, Pemerintah Indonesia Diminta Berantas Perdagangan Satwa Liar
Kesimpulan ini bermuara dari virus corona yang belakangan diketahui memiliki genetik yang 90 persen sama dengan trenggiling
Pendapat ini mengemuka dari diskusi bertajuk virus corona dan perdagangan satwa liar yang ditaja AJI Bandar Lampung dan konsorsium Bestari di Embun Coffee, Sabtu (29/2/2020) malam.
Kesimpulan ini bermuara dari virus corona yang belakangan diketahui memiliki genetik yang 90 persen sama dengan trenggiling.
Perwakilan Wildlife Crimes Unit (WCU) Wildlife Conservation Society (WCS), Fatih mengatakan, dugaan bahwa virus corona ini berasal dari trenggiling harus menjadi perhatian terkait perdagangan satwa liar.
• Kunci Gitar Chord dan Lirik Lagu Dalan Liyane - Hendra Kumbara
Menurut Fatih, perdagangan trenggiling di Indonesia termasuk masif.
Puluhan ribu ton perdagangan trenggiling ini sudah terungkap selama satu dekade terakhir.
"Semua bagian tubuh trenggiling ini dimitoskan bermanfaat, mulai dari kuku hingga sisiknya. Makan daging trenggiling jadi prestisius karena harganya mahal. Sehingga, banyak diselundupkan," kata Fatih.
Untuk itu, kata Fatih, pemerintah seharusnya bergerak cepat dengan mencontoh yang telah dilakukan oleh China.
"Penyakit dari satwa liar itu banyak. Pemerintah harus mencontoh yang sudah dilakukan oleh China," kata Fatih.
• Doa Agar Terhindar dari Gangguan Jin, Kematian Mendadak dan Kemalingan
Pemerintah China, kata Fatih, begitu mengetahui virus corona berasal dari satwa liar, langsung menutup pasar satwa.
"Yang terjadi di Indonesia berbeda. Di Sulawesi pasar satwa masih buka. Pasar Burung di Jakarta juga masih buka," kata Fatih.
Di sisi lain, Veterinary (dokter hewan) asal Lampung, Sugeng Dwi Hartono mengatakan, yang terjadi pada kasus virus corona ini disebut zoonosis.
"Zoonosis ini bakteri, dalam hal ini virus, dari satwa ke manusia dan juga sebaliknya," kata Sugeng.
• Selama Setahun, Oknum Guru Ini Cabuli 5 Siswi SD, Lokasi di Kelas dan Gudang
Sugeng mengatakan, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan zoonosis ini terjadi, di antaranya, iklim, perubahan fungsi hutan, gaya hidup, hingga efek pembangunan.
Sugeng menyoroti perubahan gaya hidup yang menjadi gaya kekinian, yakni memelihara satwa liar.
"Satwa liar seperti ular, kucing hutan, reptil jadi hewan peliharaan. Ini juga yang bisa menyebabkan terjadinya zoonosis," kata Sugeng.
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cegah Virus Corona, Pemerintah Dminta Berantas Perdagangan Satwa Liar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/corona-35324.jpg)