Rusdi Hilang di Danau Tondano

Warga Desa Sinuian Hilang di Danau Tondano, Begini Upaya Pencarian Korban

salah satu nelayan yang sedang mencari ikan dikabarkan hilang di danau yang berada di Desa Sinuaian, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa

Tribun manado / Andreas Ruaw
Keluarga Rusdy Supit Berdoa 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Sebanyak enam personel Basarnas beserta Babinsa Koramil 1302-04/Remboken Sertu Stevi Mongkau, Serda Zakaria dan Komandan Tim SAR Maryoto bersama beberapa warga Masyarakat Desa Sinuian pada, Kamis (27/2/2020), menyusuri Danau Tondano.  

Pasalnya menurut laporan warga, salah satu nelayan yang sedang mencari ikan dikabarkan hilang di danau yang berada di Desa Sinuaian, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa sejak Kamis (27/2/2020) pukul 02.00 Wita.

Menurut informasi dari Hukum Tua Desa Sinuian Daniel Kusoy, salah satu warga masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan pergi dari rumah dengan maksud mencari ikan didanau atas nama Rusdy Supit (35) penduduk Desa Sinuaian Jaga 3, Kecamatan Remboken, dengan berbekal Alat pancing dan menggunakan sebuah perahu.

"Menurut keterangan saksi Joly Rakian (53) dan Billy Welang saat mereka mau kembali ke rumah, mereka berdua menemukan sebuah perahu terapung tak bertuan," katanya.

BREAKING NEWS! Rusdi Hilang di Danau Tondano, Nelayan Temukan Perahu dan Sendal Milik Korban

Setelah didekati, ternyata dalam perahu tersebut berisi ikan hasil tangkapan dan pemilik perahu tersebut tidak ada, setelah beberapa nelayan di sekitar tempat itu memperhatikan dengan seksama ternyata perahu tersebut milik Max Koagouw (59).

Setelah itu Saksi Robby mencari pemilik perahu tersebut yaitu Max Koagouw dan mengkonfirmasi apakah benar perahu tersebut miliknya dan Max Koagouw pun membenarkannya, namun menurut keterangan Max Koagouw bahwa perahu tersebut dibawa oleh saudara Rusdi untuk mencari ikan.

Sampai saat ini Dua Babinsa Koramil 1302-04/Remboken Sertu Stevi Mongkau dan Serda Zakaria dan Tim SAR Provinsi Sulawesi Utara bersama warga setempat masih terus melakukan pencarian terhadap Korban.

Bupati Talaud Elly Lasut Tiba di Bandara Disambut dengan Meriah, VAP Tampak Bahagia

"Kami akan terus lakukan pencarian sesuai SOP yang berlaku maksimal tujuh hari, dengan menggunakan alat pencarian seperti perahu karet dan peralatan selam dengan dua penyelam diturunkan untuk mencari korban di dasar danau dengan kedalaman 12 meter," ujar Komandan Tim SAR Maryoto.

Maryoto juga menyampaikan bahwa Tim SAR kesulitan mencari korban karena kondisi air di dasar danau sangat keruh. "Di kedalaman 12 meter visibility 0 namun arus tekanan air tidak ada, jadi diprediksi korban tidak terseret jauh dari titik dia jatuh," katanya.

Sementara itu, istri korban Deisy Tangkere mengatakan terakhir bertemu dengan suami hari Selasa minggu lalu.

Olimpiade Tokyo 2020 Dikabarkan Batal karena Virus Corona, Indonesia Buka Suara

"Memang sebelum kejadian ini saya sempat berperasaan tidak enak, sempat merasa khawatir akan terjadi sesuatu," katanya.

Ia mengatakan, saat peristiwa ini terjadi dirinya sedang berada di Tondano untuk bekerja. "Saya masih berharap suami saya ditemukan dan akan menerima segala kondisi yang ada," tandasnya.

Diketahui, Rusdy Supit merupakan sosok yang ramah dan baik, tidak terlintas di pikiran istrinya kalau suaminya itu sedang bermusuhan dengan seseorang. (Eas)

Gubernur, Wagub dan Sekprov Sulut Melayat ke Rumah Duka Almarhum Danlantamal VII Manado

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved