Ahok BTP

Ahok Sudah Mulai Beraksi Berantas Mafia Migas, Cara Curang Permainan Pencuri Uang Negara Ketahuan

Ahok sudah mendorong sistem transparansi dengan cara membuka data-data terkait pengadaan impor BBM Pertamina sehingga kini bisa diakses oleh publik.

Ahok Sudah Mulai Beraksi Berantas Mafia Migas, Cara Curang Permainan Pencuri Uang Negara Ketahuan
Koran Jakarta
Ahok takut usai bebas dari penjara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dinilai sudah merintis jalan menghentikan laju mafia migas, yang merugikan negara dan membuat negara terus menggantungkan diri pada impor BBM.

Hal ini lantaran Ahok sudah mendorong sistem transparansi dengan cara membuka data-data terkait pengadaan impor BBM Pertamina sehingga kini bisa diakses oleh publik.

“Ahok sudah mulai melakukan sesuatu yang baru dengan cara membuka informasi-informasi penting di sektor hilir," ujar peneliti Alpha Research Database Indonesia Ferdy Hasiman dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Sejak dahulu ucap Ferdy, pengadaan BBM di sektor hilir Pertamina tidak pernah transparan ke publik.

Hal ini kata dia, karena sektor hilir menjadi pusat permainan para mafia migas.

Caranya yakni dengan bekerja sama dengan politisi agar Indonesia terus mengimpor BBM.

Presiden Jokowi dan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat pantau Kilang Minyak di Jatim
Presiden Jokowi dan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat pantau Kilang Minyak di Jatim (Dok. Biro Pers Istana)

Dari sini lah kata dia, para mafia mendapatkan keuntungan.

Kini kata Ferdy, dengan dibukanya informasi terkait kebijakan impor BBM oleh Pertamina,

masyarakat bisa memelototi siapa pemenang tender, berapa kuota hingga jenis BBM yang diimpor Pertamina.

Para mafia minyak itu pula lanjut dia, selalu bermain dalam proses tender pengadaan BBM baik badan usaha maupun perorangan.

Halaman
123
Editor: Frandi Piring
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved