Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Program Susur Sungai Berujung Maut, Kepala Sekolah SMP N 1 Turi Sebut Susur Sungai Program Rutin

Program susur sungai yang pada akhirnya berujung maut di Sleman disebut sebagai program rutin kegiatan pramuka di SMP N 1 Turi.

Editor: Isvara Savitri
dok BNPB
Proses evakuasi para siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman, Yogyakarta, yang hanyut di Sungai Sempor saat melakukan kegiatan Pramuka susur sungai. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Susur sungai yang dilakukan oleh para siswa SMP N 1 Turi, Sleman pada Jumat (21/2/2020) berujung kematian.

Kepala Sekolah SMP N 1 Turi, Tutik Nurdiyana mengatakan bahwa kegiatan susur sungai merupakan program lama dan memang rutin dilakukan pihak sekolah.

Adapun, susur sungai dilakukan saat kegiatan ekstrakulikuler pramuka dan sudah berlangsung beberapa kali.

"Saya di sini kepala sekolah baru 1,5 bulan. Program-program ini (susur sungai) melanjutkan yang lama," katanya.

Semester kemarin pun, lanjut Tutik, susur sungai telah dilakukan.

Dianggap biasa
Tutik terkejut saat tiba-tiba dirinya mendapatkan laporan kegiatan susur sungai yang berakhir kecelakaan.

Sebab, ia tidak merasa dimintai izin mengenai kegiatan tersebut.

Pendamping, kata dia, tidak memberikan laporan. Sehingga, kegiatan susur sungai sore itu tidak diketahuinya.

"Jujur, saya tidak mengetahui adanya program susur sungai di hari kemarin itu, mereka tidak matur (laporan)," katanya.

Tutik menduga, tidak adanya laporan diperkirakan lantaran pendamping merasa susur sungai tersebut merupakan program lama dan hal yang biasa dilakukan.

"Karena mungkin menganggapnya anak-anak biasa, anak Turi susur sungai itu hal biasa," ucap dia.

Saat peristiwa terjadi, Tutik mengatakan, ada tujuh orang guru-guru SMPN 1 Turi yang mendampingi para siswa.

Delapan tewas
Hingga saat ini, korban tewas dari peristiwa susur sungai berujung maut itu sebanyak delapan orang.

Dua orang siswa masih dalam pencarian.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, kegiatan yang menewaskan murid-murid itu merupakan kecerobohan pihak sekolah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved