Orangtua Bingung Bayar SPP via GoPay: Potensi Kelola Rp 225 Miliar

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatur pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) menggunakan Go-Pay

Orangtua Bingung Bayar SPP via GoPay: Potensi Kelola Rp 225 Miliar
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Ilustrasi SD Negeri Timuran. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatur pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) menggunakan Go-Pay via aplikasi Go-Jek. Bila kebijakan ini diterapkan di Sulawesi Utara, diperkirakan Rp 225 miliar uang SPP akan dikelola Go-Pay per tahun.

Estimasinya di Sulut total 434.513 siswa SD, SMP dan SMA sederajat (lihat grafis). Untuk siswa SD diasumsikan membayar SPP Rp 10 ribu, SMP Rp 50 ribu dan SMA sederajat Rp 100 ribu, maka ada Rp 18,81 miliar uang SPP dikelola Go-Pay. Sistem ini diyakini akan mempermudah orangtua murid dan pihak sekolah.

Menteri Nadiem Jengkel Dikaitkan dengan GoPay

Sayangnya, rencana pembayaran SPP secara online belum ditunjang sarana infrastruktur memadai. Bahkan hampir sebagian besar daerah di Bumi Nyiur Melambai belum terlayani Go-Jek, penyedia layanan Go-Pay.

Sejumlah orangtua siswa di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) bingung dengan kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim. "Apa itu Go-Pay ya," kata Marlin, orangtua siswa, Kamis (20/2/2020). Setelah dijelaskan Tribun Manado, ia tetap tidak paham. Maklum, di daerah ini belum ada ojek online. Padahal fasilitas pembayaran itu berada di akun, transportasi online bernama Go-Jek.

Apalagi, lanjut Marlin, selama ini dia tidak pernah membayar SPP ataupun mengeluarkan biaya untuk membayar perlengkapan sekolah dua anaknya. Menurutnya, semuanya sudah ditanggung pihak sekolah menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). "Pakaian seragam pun hingga sepatu kami dibantu pemerintah," tegasnya.

Begitu juga dengan Silvana, orangtua siswa lainnya. “Wah saya kurang tahu tentang ini (Go-Pay) ya? Maklum orang desa, jadi tidak mengerti apa yang dimaksud menteri,” tukasnya.
Ia berkelakar malah transportasi lain, mengingat di daerah ini tak ada transportasi online.

"Wah di sini tak ada ojek online, kalau bisa bentor online," cetusnya lalu tertawa.
Dia mengatakan, selama ini tak pernah mengeluarkan uang untuk biaya sekolah. SPP sudah ditanggung dana BOS. "Kami bayar uang komite tapi tidak setiap bulan, itupun partisipasi," kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan Bolmong Renti Mokoginta masih menanti juknis wacana pembayaran SPP lewat Go Pay yang digulirkan Menteri Nadiem. "Kita masih nantikan juknisnya," kata dia. Dikatakan Renti, SPP dan biaya lainnya siswa SD dan SMP di Bolmong sudah ditanggung dana BOS. Sempat menjadi gurauan, kini Go-Jek resmi mengumumkan layanan terbarunya. Aplikasi Go-Jek kini tersedia untuk membayar SPP sekolah.

Orangtua dan wali murid sekolah swasta kini bisa membayar SPP dan biaya pendidikan lain dengan Go-Pay. Pembayaran tersebut dilakukan melalui fitur GoBills. Layanan terbaru ini membebaskan orangtua dan wali murid untuk membayar pendidikan anak di mana saja dan kapan saja tanpa harus hadir ke sekolah.

PA 212-FPI Ancam Pengacau Aksi: Aksi Diklaim Diikuti 100 Ribu Massa

Adanya fitur terbaru ini, menurut Arno akan memudahkan orangtua yang sibuk bekerja tanpa khawatir akan melewatkan tenggat pembayaran SPP.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved