Berita Nasional

Tak Akan Pulangkan WNI Simpatisan ISIS, Pemerintah Masih Kaji Pencabutan Kewarganegaraan

Pemerintah benar-benar tidak akan memulangkan WNI yang terlibat dalam ISIS. Hal ini didukung dengan pencabutan status kewarganegaraan mereka.

Tak Akan Pulangkan WNI Simpatisan ISIS, Pemerintah Masih Kaji Pencabutan Kewarganegaraan
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Menteri Yasonna Laoly 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menyusul keputusan pemerintah yang tidak akan memulangkan 689 WNI simpatisan ISIS, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan pihaknya masih mengkaji pencabutan status kewarganegaraan mereka.

"Belum belum masih dikaji, masih terus dikaji data-data dulu," kata Yasonna di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (20/2/2020).

Pendataan tersbut dilakukan untuk menangkal para teroris lintas batas itu masuk kembali ke Indonesia secara ilegal.

Selain itu pendataan juga dilakukan untuk mengetahui jumlah anak-anak yang kehilangan orangtuanya.

Untuk diketahui pemerintah masih membuka peluang bagi anak-anak untuk kembali ke Indonesia.

Yasonna mengatakan pemerintah saat ini masih rapat bersama BNPT membahas proses identifikasi serta pencabutan kewarganegaraan tersebut.

"Belum sekarang kita masih rapat terus dengan BNPT," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan kombatan ISIS asal Indonesia yang berada di Suriah tidak mengakui diri sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Selain itu menurutnya pemerintah juga tidak pernah bertemu langsung dengan 689 orang kombatan berdasarkan data Centeral Intelligent Aegncy (CIA) tersebut.

Hal itu karena para kombatan tersebut menghindar dari pemerintah dan tidak pernah menampakan diri meski pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) telah mendatangi Suriah.

"Ya mereka kan tidak mengakui sebagai WNI," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Rabu (12/2/2020).

Selain itu ia membantah kabar yang menyebut bahwa kombatan ISIS asal Indonesia tersebut minta dipulangkan.

Menurutnya, selama ini pemerintah Indonesia hanya menerima laporan dari pihak lain antara lain CIA dan Palang Merah Internasional yang menyebut jumlah kombatan asal Indonesia di Suriah.

"Lah iya, mereka kan tidak pernah menampakkan diri. Paspornya dibakar. Itu kan hanya laporan. Bahwa ada itu. Lalu ada isu-isu mereka ingin pulang. Siapa, tidak ada. Minta pulang ke siapa, itu laporan kok. Laporan," kata Mahfud.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemerintah Masih Pelajari Langkah Pencabutan Kewarganegaraan WNI Simpatisan ISIS.

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved