Renungan
Renungan Harian Kristen: Pengendalian Diri
Keledai hanya sebuah media yang dipakai Allah untuk menegur Bileam agar introspeksi dan mengendalikan diri. Juga agar dia kembali ke jalan yang benar.
Penulis: | Editor: Maickel Karundeng
Pnt Jackried Maluenseng
RHK Kamis, 20 Februari 2020
_*Bilangan 22:30*_
Keledai sering diidentikan atau digambarkan sebagai binatang yang lamban, lemah, keras kepala bahkan bodoh.
Padahal, keledai adalah hewan yang pandai, kuat sekaligus pekerja keras. Juga setia, suka bekerjasama/menolong. Selain itu, keledai memiliki ingatan yang kuat dan tidak mau terantuk pada batu atau tempat yang sama.
Firman Tuhan hari ini membuktikan hal itu. Keledai dipakai Tuhan berbicara kepada tuannya itu menegur dia. Hal itu juga diakui Bileam bahwa selama ini dia tidak menyakiti atau mencelakakan Bileam meski dia dipukulnya.
_*Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: "Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?" Jawabnya: "Tidak."* (ay 30)_
Bileam mendapat teguran dari Tuhan karena kesewenang-wenangannya kepada keledainya yang dia anggap telah menghambat dirinya mendapatkan harta kekayaan yang dijanjikan Balak, raja Moab.
Bileam sangat emosi. Sampai-sampai dia mau membunuh makhluk tidak bersalah yang sangat setia kepadanya itu. Bileam lupa akan ketabahan dan pengorbanan keledainya melayani Dia. Bileam juga lupa bahwa dia telah melanggar kehendak Allah.
Seharusnya dia introspeksi dan memgendalikan diri. Dia harus bertanya pada dirinya mengapa hal itu terjadi. Bukankah dia memiliki keistimewa dari Tuhan mendapatkan penglihatan, memberkati dan mengutuk?
Keledai hanya sebuah media yang dipakai Allah untuk menegur Bileam agar introspeksi dan mengendalikan diri. Juga agar dia kembali ke jalan yang benar.
Sahabat Kristus, ketika hati kita telah tertutup oleh ambisi dan kerakusan akan kekuasaan, harta dan kekayaan, kita sering hilang kendali bahkan ingin melenyapkan siapapun yang menghalangi kita.
Kemanusiaan kita yang cinta dunia, materialis dan dikuasai mamon membuat kita tak mampu menguasai diri dan mengorbankan teman kita seklipun. Bahkan keluarga pun dihancurkan jika dianggap menghalangi ambisi kita.
Firman Tuhan ini mengajarkan kita untuk memiliki pengendalian diri. Jangan mencelakai orang atau sesama hanya karena ambisi dan kerakusan akan harta dan kekayaaan. Sebab semuanya itu sementara.
Allah tidak melarang kita memiliki kekuasaan, harta, kekayaan, popularitas dll. Tapi harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar, yakni sesuai kehendak Tuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-harian-kristen-rela-menderita-orang-kristen-sejati-pasti-melewati-penderitaan.jpg)