Bayi 11 Bulan Meninggal Muntaber
Bayi Asal Linawan Terkena Muntaber, Lingkungan yang Kotor Dipicu Jadi Penyebab
Puskesmas Pinolosian akhirnya melakukan autopsi verbal di rumah Thaib Saramadi, bayi 11 tahun yang meninggal karena penyakit muntaber
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rhendi Umar
TRIBUNMANADO.CO.ID - Puskesmas Pinolosian akhirnya melakukan autopsi verbal di rumah Thaib Saramadi, bayi 11 tahun yang meninggal karena penyakit muntaber.
Usai melakukan autopsi verbal di rumah korban, petugas Puskesmas Pinolosian pun menyimpulkan jika lingkungan yang kotor menjadi penyebab Thaib terserang penyakit muntaber.
Kepada Tribun Manado, Herni Pengelola Program anak dari Puskesmas Pinolosian mengatakan jika Thaib tinggal di lingkungan yang sangatlah kotor.
"Rumahnya tepat berada disamping selokan, dan itu sangatlah kotor," ujarnya ketika ditemui Tribun Manado di Puskesmas Pinolosian, Rabu (19/2/2020).
• 28 Peserta Lolos Passing Grade di Hari Kedua CAT SKD CPNS, Ini Daftar Namanya!
Ia mengatakan muntaber dan diare sering dibawa oleh lalat.
Selain itu tempat penyimpanan makanan keluarga korban juga terdapat celah yang bisa dimasuki lalat.
"Penyakit ini memang sangat berbahaya bagi anak kecil. Penanganannya harus sesegera mungkin, karena kalau tidak resikonya fatal," ucap dia.
Herni juga menyayangkan keterlambatan pihak keluarga mengabari dirinya.
"Padahal jarang dari pustu ke rumah korban sangat dekat. Begitu juga dengan puskesmas," aku dia.
Ia berharap kedepanny tidak ada lagi, kejadian seperti ini.
"Saya harap masyarakat harus segera lapor kalau ada hal-hal seperti ini, agar secepatnya ditangani," tegasnya.
• Kenali Morning Surge Serangan Jantung Tiba-tiba di Pagi Buta, Dialami Ashraf Sinclair
Sebelumnya diketahui seorang bayi bernama Thaib Saramadi, warga Desa Linawan, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolsel, tewas akibat menderita muntaber.
Dari informasi yang diperoleh Tribun Manado, Rabu (19/2/2020) di Desa Linawan.
Sang bayi awalnya terkena buang-buang air selama satu jam, disertai muntah sekitar pukul 01.00 Wita.
Namun tepat pada pukul 03.00 Wita, sang bayi dketahui sudah tak bernyawa.
Menurut sang bibi, Nursantika Huju (47) pihak keluarga tak berani membawa bayi tersebut ke Puksesmas karena tak punya BPJS.
"Selain itu, Thaib belum terdaftar sebagai warga Linawan karena lahir di Gorontalo," ujarnya.
Sang bibi juga menuturkan jika, ibu dari bayi tak berani membreritahukan jika anaknya sudah meninggal.
"Jadi kami tahu agak terlambat, dan sudah meninggal," aku dia.
Saat ini sang bayi sudah dimakamkan oleh pihak keluarga di Desa Linawan. (TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO)
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL: