Senin, 8 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Traveling

Begini Cara Masak Daging Kelelawar/Ikang Paniki ala Rumah Makan Ragey Om Alo

Meski virus corona terus menghantui China, rumah makan Ragey Om Alo, tetap menyediakan ikang paniki siap saji.

Tayang:
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/JUFRY MANTAK
Menu Daging Kelelawar/Ikang Paniki ala Rumah Makan Ragey Om Alo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Meski virus corona terus menghantui China, rumah makan Ragey Om Alo, yang terletak di jalan Bethesda, Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, tetap menyediakan ikang paniki siap saji.

Ikang paniki atau lebih jelas dalam Bahasa Indonesia, menu kelelawar.

Dari pantauan tribunmanado.co.id, Sabtu (15/2/2020) tadi, di rumah makan Ragey Om Alo, bukan hanya tersedia ikang babi.

Ikang Paniki siap saji juga, tersedia di dalam lemari makanan di rumah makan tersebut.

Pemilik rumah makan Ragey Om Alo, bapak Angelis Mangumpaus, kepada tribunmanado.co.id, mengatakan,

bahwa memang ketika adanya informasi virus Corona, terjadi penurunan yang makan ikang Paniki.

"Tapi, yang sudah jadi pelanggan, masih sering makan ikang Paniki di sini," ujarnya.

Dijelaskannya, ikang Paniki yang dijualnya, itu dibeli dari pasar, dan diolah di rumah makannya.

"Untuk cara memasak ikang Paniki, terutama, kami membakar dulu Paniki, dan bersikang isi perut, serta ada

beberapa di tubuh Paniki yang harus di keluarkan," katanya.

Menurut dia, setelah sudah bersih, dicuci dan dipenggal-penggal, sesuai kemauan.

"Untuk bumbunya, bumbu makanan Minahasa. Terutama Paniki yang sudah di penggal-penggal, di rebus

sedikit, lalu di goreng," ujarnya.

Lanjutnya, setelah di goreng, kita memasak bumbunya terlebih dahulu.

"Kalau di Minahasa namanya, bumbu garo.

Setelah bumbu sudah masak, kita campur ikang Paniki yang sudah di goreng dengan bumbu yang sedang dimasak," ucapnya.

Tambahnya, setelah sudah tercampur, ditaruh santan awal dan ditunggu sampai mendidi.

"Ada yang biasa disebut Kepala Santan, itu nanti ditaru setelah santan pertama sudah mendidi," jelasnya.

Lanjutnya, masakan ini, biasa di sebut di Minahasa Paniki Santan kering.

"Ditunggu sekitar 15 menit, kalau santannya sudah mulai kering, langsung diangkat dan siap saji," ungkapnya.

(Tribunmanado.co.id/Jufry Mantak)

BERITA TERPOPULER :

 Ahmad Dhani Bongkar Perselingkuhan Maia Estianty, Ibunya Al Pulang Jam 5 Subuh, Ketahuan Karena Ini!

 Begini Sekarang Nasib Kapolsek yang Viral Berlutut di Hadapan Warga Bawa Golok Demi Selamatkan Nyawa

 Kisah Gayus Tambunan, Mafia Pajak Divonis 29 Tahun, Harta Disita Rp 74 M hingga Digugat Cerai Istri

TONTON JUGA :

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved