Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah 14 Februari

Sejarah Hari Ini 14 Februari: Pemberontakan Supriyadi di Blitar dan Peristiwa Merah Putih Manado

Dua pemberontakan kaum Republik yang pro kemerdekaan Indonesia pecah di hari valentine, 14 Februari.

Tayang:
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
NET/Kolase Tribun Manado
Tokoh pemberontakan PETA di Blitar dan tokoh peristiwa Merah Putih di Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua kisah pemberontakan kaum Republik yang pecah di hari valentine, 14 Februari. 

Dua pemberontakan tersebut yakni pemberontakan tentara sukarela Pembela Tanah Air (PETA) pimpinan Sodancho Supriyadi di Blitar pada tahun 1945, dan Persitiwa Merah Putih di Manado, 1946. 

Pemberontakan Supriyadi

Supriyadi adalah seorang pemuda pro Republik, dan menginginkan kemerdekaan Indonesia. Ia adalah sosok yang dekat dengan Bung Karno, bapak Proklamasi Indonesia. 

Ia masuk tentara sukarela bentukan Militer Jepang di Indonesia, yakni Pembela Tanah Air (PETA). 

PETA sendiri dibentuk untuk menyokong tentara Jepang dalam perang di Pasifik.

Selain itu, PETA juga dibentuk dengan tujuan membangkitkan patriotisme di kalangan pemuda Indonesia untuk membela bangsanya apabila sekutu datang menyerang. 

Pemberontakan PETA di Blitar pimpinan Sodancho Supriyadi.
Pemberontakan PETA di Blitar pimpinan Sodancho Supriyadi. (NET/Kolasem)

Saat pemberontakan dimulai, pangkat Supriyadi adalah Shudancho (Komandan Peleton), setara Letnan.

Dikutip dari Tribunnewswiki.com, Supriyadi mulai merencanakan pemberontakan tahun 1944 dan sempat memberitahukan rencana tersebut kepada Ir. Soekarno.

Supriyadi sempat dinasehati untuk mempertimbangkan baik-baik rencana pemberontakan tersebut sebab berisiko besar.

Namun, keinginan Supryiyadi sudah bulat. Ia ingin berontak.

Supriyadi lalu mengadakan pertemuan rahasia yang dihadiri oleh Shodanco Muradi, Budanco Sumanto dan Budanco Halir Mangkudijaya.

Pertemuan itu membahas mengenai persipaan pemberontakan yang akan dilakukan.

Setelah pertemuan tersebut, para pemimpin PETA dan tokoh masyarakat dihubungi untuk dimintai bantuan.

Pertemuan rahasia yang kedua dilakukan pada bulan Juni tahun 1944.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved