Persaingan Negara Sahabat, Jokowi Menyikapi Konflik Perang Dagang, Saat Ditanya Pilih AS atau China

Pernyataan tersebut disampaikan sang presiden dalam wawancara khusus dengan BBC waktu itu di Bandara Internasional Yogyakarta Baru pada 31 Januari 202

Persaingan Negara Sahabat, Jokowi Menyikapi Konflik Perang Dagang, Saat Ditanya Pilih AS atau China
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN Presiden Joko Widodo (kanan) memimpin pengucapan sumpah jabatan pelantikan Laksamana Madya TNI Aan Kurnia sebagai Kepala Badan Keamanan Laut di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2/2020). Laksamana Madya TNI Aan Kurnia resmi dilantik sebagai Kepala Badan Keamanan Laut menggantikan Laksamana Madya TNI A Taufiq R yang akan memasuki masa pensiun. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyatakan, bahwa kepentingan Indonesia yang nomor satu ketika ditanya apa yang akan dipilih Amerika  atau China.

Pernyataan tersebut disampaikan sang presiden dalam wawancara khusus dengan BBC waktu itu di Bandara Internasional Yogyakarta Baru pada 31 Januari 2020.

Dilansir Kamis (13/2/2020), Presiden Jokowi memberikan pernyataan bahwa perang dagang antara AS dan China, di tengah maraknya proteksionisme, itu menyulitkan.

Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Presiden RRT Xi Jinping usai melakukan pertemuan bilateral di sela forum internasional APEC di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018)
Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Presiden RRT Xi Jinping usai melakukan pertemuan bilateral di sela forum internasional APEC di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018) ((Biro Pers Setpres/Kris))

Dia menuturkan menyikapi konflik perdagangan itu, Indonesia memilih ekonomi terbuka yang penuh dengan persaingan dan kompetisi.

"Jadi kita berharap perang dagang itu segera selesai, dan negara-negara yang senang pada proteksionisme memang harus mulai menjauh dari sana," paparnya.

Jokowi kemudian disinggung bagaimana perekonomian Indonesia tergantung kepada Beijing, yang ditunjukkan dengan proyek infrastruktur yang sedang digarap.

Ditanya soal itu, mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjawab politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif.

Presiden Indonesia Joko Widodo berfoto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pemimpin dunia yang tengah mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Jepang, Jumat (28/6/2019).
Presiden Indonesia Joko Widodo berfoto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pemimpin dunia yang tengah mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Jepang, Jumat (28/6/2019). (TRIBUNNEWS/HO/BIRO PERS (TRIBUN/HO/BIRO PERS))

Dia menjelaskan bahwa Tanah Air mempunyai hubungan yang baik dengan semua negara, dan mencontohkan dengan Jepang, Arab hingga Erop.

"Tidak pernah ada masalah dengan mereka," jelas bapak tiga anak itu. Dia merespons mereka terbuka dengan siapa pun saat ditanya apakah memilih China atau AS.

"Yang paling penting buat saya national interest, kepentingan nasional harus nomor satu," tegas presiden berusia 58 tahun tersebut.

Halaman
12
Editor: Bravi Pangajouw
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved