Kasus Suap KPU

Kepala Sekretariat PDI-P Dipanggil KPK Terkait Kasus Wahyu Setiawan

Terkait dugaan kasus suap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, KPK memanggil kepala sekretariat PDI-P untuk diperiksa sebagai saksi.

Kepala Sekretariat PDI-P Dipanggil KPK Terkait Kasus Wahyu Setiawan
Kompas.com
logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Sekretariat DPP PDI Perjuangan Yoseph Aryo Adhi Dharmo dijadwalkan akan diperiksa Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (13/2/2020).

Ia akan diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan suap pergantian antarwaktu anggota DPR 2019-2024 yang melibatkan eks caleg PDI-P Harun Masiku dan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka WS (Wahyu Setiawan, eks Komisioner KPU)," kata Plt Juru Bicara Ali Fikri dalam keterangannya.

Belum diketahui apa yang akan didalami penyidik dalam pemeriksaan terhadap Kepala Sekretariat DPP PDI-P hari ini.

Namun, diketahui bahwa KPK sebelumnya telah memeriksa eks Kepala Sekretariat DPP PDI-P sebagai saksi dalam kasus ini pada Selasa (11/2/2020) lalu.

"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait dengan mekanisme pencalonan anggota legislatif dan PAW di DPP PDI-P," kata Ali menjelaskan materi pemeriksaan Irwansyah.

KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap ini yaitu Komisioner KPU Wahyu Setiawan, eks caleg PDI-P Harun Masiku, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan seorang pihak swasta bernama Saeful.

Wahyu Setiawan ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.

KPK menyebutkan, Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.

Sedangkan, Wahyu disebut meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan niat Harun.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Wahyu Setiawan, KPK Panggil Kepala Sekretariat PDI-P".

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved