Setelah Virus Corona, Wabah Virus Baru Terjadi di Afrika, 15 Orang Tewas Hanya Dalam 48 Jam
Kemunculan penyakit itu adalah di wilayah Negara Bagian Bunue, dan hingga kini korban yang terkena penyakit ini dalam jumlah yang mengkhawatirkan
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak hanya wabah virus corona di China, wabah virus baru misterius muncul di Nigeria.
Sudah 100 orang yang terinfeksi dan 15 orang tewas hanya dalam waktu 48 jam.
Virus corona telah menjadi momok paling menakutkan di dunia saat ini karena penyakit ini mudah membunuh manusia dan belum diketahui obatnya.

Menurut data pada Rabu (12/2/2020) sudah ada 45.182 kasus virus corona, sementara korban yang meninggal sudah 1115 orang.
Penyakit ini begitu berbahaya karena 1 orang bisa menularkannya ke 2 orang.
Namun, ini hanya satu masalah mengerikan yang ada di dunia ini.
Faktanya ada penyakit baru yang disebut jauh lebih mematikan dari virus corona.
Seperti dikutip dari The Guardian, pada Selasa (11/2/2020), virus mematikan itu muncul di Nigeria Afrika.
Saat ini penyakit itu masih dianggap misterius dan belum diketahui asal usulnya.
Kemunculan penyakit itu adalah di wilayah Negara Bagian Bunue, dan hingga kini korban yang terkena penyakit ini dalam jumlah yang mengkhawatirkan.
• Kabar Terbaru Virus Corona, Pejabat Tinggi di China Dipecat Karena Kematian Capai 100 Jiwa per Hari
• Virus Corona, Warga Negara China Berbondong-bondong Ajukan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa di Bali
• Pemakaman Korban yang Tewas Karena Virus Corona, Keluarga Tak Boleh Melihat Untuk yang Terakhir Kali
Menurut beberapa sumber menyebut sudah ada 15 orang meninggal dunia akibat penyakit misterius ini.
Kemudian 100 orang juga dilaporkan terinfeksi dengan penyakit ini.
Konon katanya penyakit ini memiliki mobilitas yang lebih mematikan dari pada virus corona dilihat dari bagaimana penyakit ini membunuh penderitanya.
Virus ini hanya butuh waktu setidaknya kurang dari 48 jam atau dua hari setelah terinfeksi untuk membunuh penderitanya.

Hal itu diungkapkan oleh perwakilan dari distrik di Negara Bagian Benue.