Berita Bitung

Kapolres Bitung Bakal Turun Lapangan Terkait Dana Kelurahan

Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo merespons terkait dana kelurahan yang akan bergulir di tengah masyarakat untuk program infrastruktur

Kapolres Bitung Bakal Turun Lapangan Terkait Dana Kelurahan
Tribun manado / Christian Wayongkere
Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo merespons terkait dana kelurahan tahun 2020, yang akan bergulir di tengah masyarakat untuk program infrastruktur.

Untuk dana kelurahan kepolisian sudah memiliki standart operasional prosedur (SOP) dari Mabes Polri, terkait pengawasan, pencegahan dan penindakan.

"Untuk pengawasan dan pencegahan ada kerja sama. Mulai dari sosialisasi hal yang boleh dan tidak boleh, apa itu swakelola harus diketahui pejabat kelurahan dalam melakukan penggunaan dana kelurahan," jelas Kapolres.

Lanjut mantan Kapolres Minsel, jika tidak ada bekal informasi terkait rambu-rambu dalam penggunaan dana kelurahan dikhawatirkan akan menimbulkan banyak hal.

DPRD Warning Pengelolaan Dana Kelurahan Rp 37 Miliar

Contoh lurah ketika mendapat dana kelurahan ratusan juta, karena tidak tau menahu tentang rambu-rambu, menganggap dana itu adalah miliknya terserah mau digunakan untuk apa.

Polres Bitung ke depan sebelum realisasi dana kelurahan dilaksanakan, akan bekerja sama dengan instansi terkait Pemda Kota Bitung, bentuk tim dari anggota tindak pidana korupsi lakukan sosialisasi hingga tingkat kelurahan.

"Belajar pengalaman saya ketika di Kabupaten Minsel dan Mitra, saya turun langsung melakukan sosialisasi dana kelurahan/desa di 197 desa di Minsel ‎dan 135 desa di Mitra," tegasnya.

Virus Misterius Muncul di Nigeria, Tewaskan 15 Orang Dalam Seminggu, Pemerintah Curiga Bahan Kimia

Hal-hal seperti itu akan diambil kepolisian, karena hasil penelitian kepala desa dan lurah terjerat kasus korupsi dana kelurahan/desa terjerat kasus korupsi karena ketidaktahuan.

Ketika mendapat anggaran atau dana, anggap itu uang miliknya, tidak tahu mau buat apa, bertanya pada orang yang salah dan ketakutan sampai tidak bisa pakai atau gunakan dana itu.

"Nah, ketika akhir deadline waktu realisasi penggunaan dana itu, diminta dana itu harus diserap sehingga asal-asalnya melakukan pekerjaan," tambahnya.

UPDATE Lakalantas di Karombasan, Begini Kronologis Oma Tineke Ditabrak Motor

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved