Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia

Kampanye #BeraniGundul demi Anak-anak Penderita Kanker

Bocah lima tahun itu menggelayut di lengan ibunya. Meski masker menutup sebagian wajah, Queenjel Gabriel Moningkey masih menyanyi

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Fernando Lumowa
(Ki-ka) dr Diane Paparang SpGK, dr Maria Kereh SpKJ dan dr Stefanus Gunawan menjadi pemateri dalam edukasi sosialisasi tentang kanker pada anak #BeraniGundul di atrium Megamall Manado, Senin (10/02/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bocah lima tahun itu menggelayut di lengan ibunya. Meski masker menutup sebagian wajah, Queenjel Gabriel Moningkey masih menyanyi

Kendati terbata-bata, Queen sang 'malaikay kecil' mengidap leukimia sukses melantunkan kidung rohani Waktu Tuhan Pasti yang Terbaik.

Alunan suara bocah asal Desa Pinilih, Minut membuat seisi atrium Megamall turut bernyanyi.

Meski sebagian besar hanya di dalam hati atau setengah suara. Queenjel yang digendong ibunya,  Vera Nelwan menyanyi dua lagu.

Sebenarnya, tidak cuma Queenjel. Ada lima anak lainnya di panggung bersama ibu dan pendamping. Lima bocah itu kompak bermasker.

YKAKI Manado Gelar Aksi Berani Gundul Peringati Hari Kanker Anak Indonesia

Penampilan mereka merupakan bagian dari kampanye #BeraniGundul dalam rangka menyambut Hari Kanker Anak Internasional yang digelar Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

Beragam kegiatan digelar. Edukasi tentang kanker pada anak; dampak psikologi kanker pada anak dan keluarga; kontrol nutrisi Anak Kanker; donor darah; pemeriksaan mata dan pemberian kaca mata serta pemeriksaan gula darah.

Sesi talkshow edukasi kanker pada anak berlangsung menarik. Spesialis konsulen anak, Dr Stefanus Gunawan SpA(K) MSi MEd bilang, sejauh  ini belum ada hasil penelitian yang pasti apa penyebab kanker pada anak.

OD-SK 4 Tahun Pimpin Sulut, Richard Sualang Beber 3 Poin Capaian Kinerja

Tapi bisa saja bibit kanker itu sudah ada sejak janin. Kanker kemudian diaktiviasi ketika pola hidup tidak sehat.

"Jika dia muncul pada saat usia produktif, 18 sampai 40 tahun, bisa saja karena faktor gen (keturunan," kata Stefanus.

Ia tegaskan, tidak ada makanan yang bisa mengobati kanker. Apalagi obat-obatan herbal dan sejenisnya. Kanker cuma bisa diobati dengan kemoterapi, radioterapi atau pembedahan.

"Mana yang dipakai tergantung jenis kanker dan kondisi pasiennya," ujarnya.

Misal, tumor atau kanker pada otak bisa disembuhkan dengan pembedahan disertai kemoterapi. Sementara, kanker darah.

Sementara, Ahli Gizi Kedokteran, dr Diane Paparang SpGK menjelaskan, kanker bisa disebabkan pola asupan yang keliru.

Ini Aktivitas 11 Mahasiswa Bolmong di Cina, Pasca-Merebaknya Virus Corona

Makanan yang mengandung lemak tinggi, mengandung zat karsinogen penyebab kanker seperti daging merah, daging yang dipanggang bisa memicu kanker.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved