Rabu, 27 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Tigor: Gubernur Jakarta Tidak Bisa Bekerja dan Tidak Bisa Memimpin Anak Buahnya

Azas Tigor Nainggolan, menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak bisa bekerja dan memimpin anak buah

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau lokasi banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Forum Warga Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak bisa bekerja dan memimpin anak buah.

Hal ini lantaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dinilai terlambat dalam memberi respons bantuan maupun peringatan pada warga Jakarta.

"Perilaku selalu terlambat dalam mempersiapkan banjir Jakarta ini menunjukan bahwa aparat Pemprov Jakarta tidak bisa bekerja baik."

"Tidak bekerjanya aparat pemprov itu membuktikan bahwa Gubernur Jakarta tidak bisa bekerja dan tidak bisa memimpin anak buahnya," ungkap Tigor kepada Tribunnews melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/2/2020).

3 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula, Salah Satunya Membakar Lemak

Menurut Tigor, sebagai pimpinan daerah Anies tidak memberi contoh baik.

"Gubernur tidak memberi contoh baik dan tidak bisa tegas terhadap anak buahnya yang tidak bekerja karena mereka semua sama-sama tidak bekerja untuk melayani warga Jakarta," ungkapnya.

Keterlambatan Pemprov

Tigor menyebut warga tetap saja tidak mendapatkan informasi peringatan dini dan bantuan darurat sebagaimana mestinya agar bisa lebih ringan kerugian akibat banjir yang terjadi.

"Selalu terlambat dan tidak berbuat apa-apa untuk warganya, itulah perilaku Pemprov Jakarta dalam setiap kejadian banjir Jakarta di 2020," ungkap Tigor.

Tigor menyebut Pemprov DKI Jakarta belum ada perubahan signifikan, terutama dari segi persiapan.

"Melihat banjir Jakarta hari ini, ternyata belum ada perubahan signifikan kesiapan Pemprov Jakarta. Masih saja warga Jakarta jadi korban, pemprov tetap tanpa persiapan secara baik," ujarnya.

Banjir setinggi 40-60 cm terjadi di Jl. Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020) pukul 08.37 WIB
Banjir setinggi 40-60 cm terjadi di Jl. Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020) pukul 08.37 WIB (Twitter/@TMCPoldaMetro)

Tigor menyebut paling tidak banjir telah terjadi sebanyak empat kali di tahun 2020 ini.

"Tempat atau titik banjirnya pun selalu sama," ungkapnya.

Pemprov DKI disebut Tigor tidak memberi peringatan dan bantuan darurat.

"Aparat Pemprovnya pun sama saja tidak melakukan tugas memberikan informasi peringatan dini (early warning system) dan bantuan darurat (emergency response system) secara baik," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved