Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Teror Seorang Sersan Mayor di Kuil dan Pusat Perbelanjaan Thailand, 21 Orang Meninggal

Hingga Minggu (9/2/2020) pagi dilaporkan sudah 21 orang meninggal akibat aksi teror seorang tentara di Thailand.

Editor: Rizali Posumah
Sky News
Jakraphanth Thomma, tentara Thailand yang membunuh 20 orang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hingga Minggu (9/2/2020) pagi dilaporkan sudah 21 orang meninggal akibat aksi teror seorang tentara di Thailand.

Jumlah korban terbaru ini diungkap Menteri Kesehatan Thailand.

Berdasarkan penuturannya, korban yang terbaru adalah seorang anggota pasukan keamanan Thailand. 

Kala itu, pada Minggu pagi anggota keamanan Thailand ini mencoba menghentikan aksi seorang prajurit yang tengah mengamuk dan menembaki warga.

Sebelumnya seorang tentara Thailand dilaporkan membunuh 20 orang ketika dia menembaki kuil dan pusat perbelanjaan pada Sabtu (8/2/2020).

Ia menyerbu masuk mall Terminal 21 di kota Nakhon Ratchasima, dikenal juga sebagai Korat, setelah Jakraphanth Thomma datang dan menyerang warga.

Dia menyerang kuil Buddha dan pusat perbelanjaan di Korat menggunakan senapan mesin dan amunisi yang dia curi dari gudang di kamp militer.

Dalam perkembangan pertama sejak baku tembak terdengar, setidaknya satu orang dari pihak keamanan termasuk dalam 20 korban tewas.

Tidak ada detil baru tentang sepak terjang tentara Thailand berusia 32 tahun itu. Sebab, otoritas keamanan sudah melarang media melakukan siaran langsung.

Selain korban tewas, 33 orang terluka, dengan otoritas Negeri "Gajah Putih" tidak percaya kabar adanya jenazah di dalam mall.

Dilansir Sky News, penegak hukum menyatakan mereka menerima laporan bahwa Jakraphanth Thomma melakukan penembakan massal pada pukul 15.30 waktu setempat.

Si prajurit disebut awalnya pergi ke sebuah rumah dan menembak mati dua orang, sebelum pergi ke markas dan mencuri senjata beserta amunisi.

"Kematian tidak akan bisa dihindari oleh semua orang." Demikianlah keterangan status yang diunggan Jakraphanth Thomma di Facebook.

Kemudian saat melakuakn penembakan massal, dia masih sempat menulis status yang menanyakan apakah dia perlu untuk menyerah.

Atau dalam unggahan lain di mana dia membuat gestur tengah menarik pelatuk. "Aku sudah lelah. Aku tak sanggup lagi melakukannya," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved