Breaking News
Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Heboh

Pemulung Asal Madiun Ini Berubah Jadi Miliarder Gara-gara Tanaman Liar yang Sering Diremehkan Ini

Paidi contohnya, petani porang asal Madiun yang sebelumnya berprofesi sebagai pemulung ini jadi miliader berkat porang.

Editor: Indry Panigoro
KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi
Pemulung jadi miliarder berkat tanaman liar 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapa sangka kalau tanaman liar yang sering tumbuh di pekarangan rumah dan kerap diremehkan ini punya harga jual yang tinggi.

Umbi porang namanya, adalah tumbuhan yang sebelumnya digunakan untuk pakan ular.

Akan tetapi umbi porang ternyata punya segudang manfaat lain hingga jadi buruan pasar luar negeri.

Umbi dari porang, banyak dicari di pasaran luar negeri seperti Jepang, China, Taiwan, dan Korea.

Tepung umbinya dipakai sebagai bahan baku kosmetik, obat, hingga bahan baku ramen.

Diberitakan Harian Kompas, 17 Juni 2011, porang awalnya tidak lebih dari tumbuhan liar yang lazim ditemukan di sela-sela pepohonan hutan di Madiun, Jawa Timur.

Terinspirasi sifat tumbuh dan nilai ekonominya, warga setempat membudidayakan tanaman ini di balik rimbunnya tegakan pohon di hutan.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, warga tak perlu lagi menebang pohon di area hutan.

Di Madiun, porang banyak ditanam petani di lahan-lahan Perhutani yang dikerjasamakan.

Seorang Pemulung Mendadak Jadi Miliarder Karena Temukan Tanaman Liar yang Sangat Mahal

Rupanya, peningkatan kesejahteraan petani di kawasan hutan, sampai membuat angka pencurian kayu hutan milik Perhutani menurun drastis.

Ide untuk menanam porang tak lepas dari pertimbangan ekologis.

Tumbuhan ini cocok untuk tumbuh kembang di bawah tanaman tegakan hutan.

Di samping itu, porang juga memiliki nilai ekonomi dan sosial dalam rangka pengembangan dan pelestarian hutan.

Umbi porang laku dijual.

Pemulung jadi miliarder berkat tanaman liar
Pemulung jadi miliarder berkat tanaman liar (KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi)

Saat ini harganya menembus Rp 2.500 per kg basah atau baru petik.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved